Wapres Gibran dan Gubernur Yulius Tinjau Dampak Gempa di Minahasa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Minahasa.
Mereka mengunjungi Desa Tateli dan Desa Rumengkor untuk memantau penanganan pascabencana gempa bumi.
Kunjungan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah pusat ingin memastikan kehadiran negara dalam situasi darurat bencana.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,6 telah mengguncang wilayah Sulawesi Utara.
Santunan untuk Korban Jiwa
Wapres Gibran dan Gubernur Yulius mendatangi kediaman almarhumah Deitje Lahia (69) di Desa Tateli.
Korban meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan Gedung KONI Manado saat gempa terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyerahkan santunan belasungkawa kepada ahli waris korban.
Selain itu, rombongan juga meninjau kerusakan Gereja Katolik di Desa Rumengkor.
Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik yang terdampak.
Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Gubernur Yulius Selvanus mengapresiasi perhatian cepat dari pemerintah pusat.
Kehadiran Wakil Presiden memberikan kekuatan moril bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Oleh karena itu, pemerintah daerah segera mengevaluasi seluruh kerusakan infrastruktur secara menyeluruh.
”Kami melaporkan perkembangan terkini mengenai kerusakan kepada Wapres,” ujar Gubernur Yulius.
Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan mengintegrasikan kinerja BPBD dan Dinas Sosial. Kerja sama ini penting untuk mempercepat proses rehabilitasi dan mitigasi bencana.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan keselamatan warga dan pemulihan aktivitas ekonomi.
Gubernur Yulius menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan bangunan rusak akan berjalan secara terpantau.
Dengan demikian, aktivitas sosial warga diharapkan dapat segera kembali normal. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar