Sekjen PDI Perjuangan Hasto Nilai Pengadaan 21 Ribu Motor BGN Pemborosan Anggaran Negara
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto.(Foto:Dok/gesuri.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Pengadaan sedikitnya 21 ribu unit motor listrik untuk kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terus menuai kritik.
Kali datang dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto di Yogyakarta pada Kamis (9/4/2026).
Ia berpendapat pengadaan motor listrik dalam jumlah besar itu bentuk pemborosan anggaran negara.
“Kebijakan itu menunjukkan adanya kontradiksi antara kebijakan di tingkat bawah atau teknis dan visi besar Presiden Prabowo soal efisiensi,” tuturnya.
Seharusnya dia melanjutkan, Badan Gizi Nasional (BGN) lebih baik melakukan evaluasi mendalam agar program makan bergizi gratis agar benar-benar menyasar daerah tertinggal demi menjamin kecukupan gizi dan kecerdasan anak-anak Indonesia.
“Pengadaan motor listrik oleh BGN juga pengadaan mobil pick up untuk Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah yang tidak senapas dengan tekad Presiden Prabowo dalam membangun industri manufaktur dan otomotif dalam negeri,” ujarnya.
PDI Perjuangan, dia menambahkan bahwa dalam posisinya sebagai penyeimbang dalam sistem politik nasional bakal terus mengingatkan pemerintah untuk tetap berpegang pada prinsip urgensi dan prioritas.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk 21 ribu unit motor listrik untuk kepala SPPG kemungkinan diajukan sebelum dirinya jadi menteri.
“Tahun lalu itu ada miskomunikasi kali dari anak buah saya ke saya. Seingat saya, saya tanya sudah ditolak, tetapi ternyata sebagian sudah sempat lolos. Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya nggak tahu,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat pada Kamis (9/4/2026).
Yang pasti dia menambahkan, seingatnya dia sudah menolak pengajuan pengadaan motor listrik tersebut.
Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.600-an unit dari target 24.400 unit yang dananya berasal dari anggaran tahun 2025.
Harga pasaran satuan motor tersebut diklaim mencapai Rp 52 juta, namun BGN membelinya di harga Rp 40 jutaan. Motor tersebut akan disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di daerah-daerah sulit.
“Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau nggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran,” ia menambahkan.(nor)
- Penulis: Norman Meoko

Saat ini belum ada komentar