Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ahmad Sahroni Angkat Bicara, Blak-blakan Membantah Dirinya Diperas Lantaran Perkara di KPK

Ahmad Sahroni Angkat Bicara, Blak-blakan Membantah Dirinya Diperas Lantaran Perkara di KPK

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INTANA.NEWS – Akhirnya Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ahmad Sahroni angkat bicara terkait pemerasan yang dilakukan empat orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya.

Politisi Partai NasDem itu sontak membantah pemerasan yang dialaminya terkait dengan upaya pengurusan perkara.

“Bukan (pengurusan perkara). Dia (pelaku) meminta uang dengan alasan untuk dukungan agenda pimpinan KPK,” kata Ahmad Sahroni seperti dikutip dari tempo.co pada Jumat (10/4/2026).

Dia mengeklaim orang yang mengatasnamakan KPK meminta uang dengan alasan uang dukungan.

Ia selanjutnya menjelaskan pemerasan itu terjadi pada Senin (6/4/2026) pagi. Ketika itu Ahmad Sahroni tengah memimpin rapat dengar pendapat dengan sejumlah pakar membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset.

Tiba-tiba seorang perempuan yang mengaku berasal dari KPK meminta bertemu dengannya.

“Jadi saya keluar rapat dulu untuk ketemu. Dia bilang diutus pimpinan KPK untuk menyampaikan pesan,” tuturnya.

Menurut dia, perempuan bernama Dewi itu tidak membawa surat perintah atau surat keterangan yang mengatasnamakan KPK.

Untuk meyakinkan Sahroni, dia hanya meminta agar dia mengonfirmasi permintaan dana itu ke pimpinan KPK.

Sahroni lalu menelepon pimpinan KPK untuk mengonfirmasi permintaan dana itu. Setelah mengetahui permintaan itu palsu, Sahroni kemudian melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/42026).

Sebelumnya, Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta pada Jumat (10/4/2026) membenarkan bahwa Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni melaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026) malam.

“Benar korban (Ahmad Sahroni) merupakan pihak yang melaporkan tindak pidana tersebut,” katanya.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (10/4/2026) membenarkan aksi pemerasan oleh empat orang yang mengaku pegawai KPK.

Ia mengatakan, para pelaku menggunakan modus penipuan yang terorganisir. Mereka mengaku sebagai orang suruhan pimpinan lembaga antirasuah demi menakut-nakuti korban dan menjanjikan pengaturan perkara.

Dia selanjutnya mengungkapkan, tim gabungan KPK dengan Polda Metro Jaya Jakarta berhasil menangkap empat orang yang mengaku sebagai pegawai KPK dan dapat melakukan pengaturan penanganan perkara di KPK.

“Ternyata aksi nekat itu sudah sering dilakukan. Modusnya mereka mengaku sebagai utusan dari pimpinan KPK yang diperintahkan untuk meminta sejumlah uang kepada anggota DPR,” Budi Prasetyo menyebutkan.

Ia menambahkan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk mata uang asing yang nilainya mencapai sekitar Rp 270 juta hingga Rp 300 juta.(nor)

  • Penulis: Norman Meoko

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paripurna Pergantian Ketua, DPRD dan Pemkab Minahasa Komit Jaga Kesinambungan

    Paripurna Pergantian Ketua, DPRD dan Pemkab Minahasa Komit Jaga Kesinambungan

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 7
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS — Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si M.A.P., menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Minahasa di Ruang Sidang Dewan, Tondano, Senin (25/5/2026). Rapat ini membahas agenda usul pemberhentian dan pengumuman usul pengangkatan Ketua DPRD sisa masa jabatan 2024–2029. ​Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Robby Longkutoy. Ia didampingi oleh Wakil […]

  • Menebak Motif Politik Budi Arie Setiadi Berniat Merapat ke Partai Gerindra

    Menebak Motif Politik Budi Arie Setiadi Berniat Merapat ke Partai Gerindra

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INTANANEWS — Apa sebenarnya motif politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi berencana merapat ke Partai Gerindra? Memang sih yang paling tahu soal itu hanya seorang Budi Arie Setiadi yang pernah di-reshuffle dari Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Niat mantan Menteri Komunikasi dan Informatika dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah itu diungkapnya […]

  • Fokus pada Pelayanan, Martsindy Rasuh Daftar Calon Hukum Tua Rumengkor Satu

    Fokus pada Pelayanan, Martsindy Rasuh Daftar Calon Hukum Tua Rumengkor Satu

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Martsindy A. Rasuh resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Hukum Tua Desa Rumengkor Satu. Ia membawa visi besar untuk kemajuan desa. Visi tersebut berfokus pada kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara luas. ​ Martsindy mengusung semangat pelayanan prima serta transparansi pemerintahan. Menurutnya, pembangunan desa harus menyentuh seluruh aspek kualitas hidup warga. Ia ingin menjawab […]

  • Sudah Empat Bupati dan Dua Wali Kota Terjaring OTT KPK, Komentar DPR: Ya Ikut Prihatin Saja!

    Sudah Empat Bupati dan Dua Wali Kota Terjaring OTT KPK, Komentar DPR: Ya Ikut Prihatin Saja!

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 35
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Sejak awal 2026 hingga April operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap empat bupati dan dua wali kota. Teranyar Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Asep Guntur Rahayu yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap pejabat organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Lantas apa […]

  • Seorang Petani di Touliang Oki Ditemukan Meninggal Dunia

    Seorang Petani di Touliang Oki Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Warga Desa Touliang Oki, Kecamatan Eris, dikejutkan oleh peristiwa kematian seorang pria. Korban berinisial DG (38) ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Sabtu (11/4/2026) malam. ​Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 23.30 WITA. Korban merupakan seorang petani yang tinggal di area perkebunan. ​Kejadian bermula saat korban dan istrinya, DD (34), pulang dari acara hajatan. […]

  • DPR Puji Mundurnya Kepala BAIS TNI Tetapi Tidak Boleh Hentikan Proses Penegakan Hukum Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    DPR Puji Mundurnya Kepala BAIS TNI Tetapi Tidak Boleh Hentikan Proses Penegakan Hukum Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 63
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Mundurnya Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Letjen TNI Yudi Abrimantyo dari jabatannya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus disebut sebagai contoh yang baik dan itu patut dihargai. Pendapat itu dilontarkan oleh Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin […]

expand_less