Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Pilihan » Badan Pengawas Obat dan Makanan Beberkan Penyebab Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Badan Pengawas Obat dan Makanan Beberkan Penyebab Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara terbuka membeberkan pemicu utama insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satuna yakni pelanggaran batas waktu penyajian makanan oleh satuan pelaksana di lapangan.

Kasus terbaru insiden keracunan massal progam MBG menimpa puluhan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sedikitnya 361 pelajar dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat mual parah dan muntah-muntah usai menyantap makanan yang dibagikan, bahkan salah seorang korban anak dilaporkan sempat mengalami gejala hilang ingatan sementara.

Terkait hal itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyebutkan, rentang waktu yang terlalu panjang antara proses memasak dan penyajian dinilai membuat makanan cepat basi hingga terkontaminasi mikroba berbahaya.

“Sesuai standar operasional prosedur (SOP) pengawasan keamanan pangan yang diterbitkan pihaknya, batas aman konsumsi makanan olahan siap saji maksimal 4 jam setelah matang,” katanya di Jakarta pada Seni (14/9/2026).

Ia mengatakan, hasil penelusuran tim pengawas BPOM di lapangan justru mendapati praktik pengolahan yang melampaui toleransi batas waktu aman tersebut.

“Salah satu penyebabnya misalnya diproduksi jam 01.00 malam, diolah, dimasak, nanti diedarkan, disajikan pada saat jam 12.00 siang. Artinya itu kurang lebih 11 jam. Sementara SOP yang kami berikan kepada ini, satuan pelaksana yang berhubungan itu, jangan lewat 4 jam. Kalau lewat 4 jam, itu hitungan kami itu sudah basi,” tuturnya.

Dia selanjutnya mengemukakan, makanan yang dibiarkan berada di suhu ruang melebihi batas waktu aman tersebut rentan mengalami degradasi kualitas secara cepat, yang kemudian memicu tumbuhnya racun biologis.

“Nah, kalau sudah basi, terjadi berbagai macam faktor-faktor. Dan setelah kita lihat pada saat di lapangan, kita ambil sampel dan sebagainya, memang ada yang mengandung berbagai macam alflatoksin, ada dan sebagainya, itu karena proses degradasi dari makanan itu,” ia menambahkan.

Korban MBG Mencapai 43.838 Orang

Sebelumnya, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) di Jakarta pada Kamis (3/9/2026) menyebutkan bahwa total korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 2025 telah mencapai 43.838 orang dan tersebar di 36 provinsi.

Khusus sepanjang Agustus 2026 ternyata terdapat 3.079 korban keracunan MBG. Sementara sepanjang Januari hingga akhir Agustus 2026, jumlah korban mencapai 15.735 orang.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji dalam keterangannya, mengaku heran hingga kini belum terlihat adanya pihak penyedia MBG yang diproses secara hukum.

Kondisi itu dikatakannya menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang bertanggungjawaban hukum terhadap pihak penyedia MBG di tengah puluhan ribu korban yang tercatat sejak program tersebut berjalan.

“Ini sudah menjadi alarm nasional. Pemerintah tidak bisa terus memperlakukan korban sebagai angka-angka statistik. Di balik setiap angka ada anak yang sakit, keluarga yang panik, dan kegagalan negara menjamin makanan yang aman,” tuturnya.

Dia menyatakan, JPPI secara khusus menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pihak penyedia MBG yang dinilai belum mendapatkan pertanggungjawaban hukum secara tegas ketika terjadi kasus keracunan.

“Penanganan kasus selama ini lebih sering berakhir pada penutupan sementara dapur, teguran, atau pergantian pengelola. Kami khawatir pola tersebut justru membuat tidak adanya konsekuensi hukum bagi pihak yang dianggap lalai hingga menyebabkan masyarakat sakit,” ujarnya.

Ubaid Matraji melihat sepertinya SPPG berada di zona kebal hukum.

“Anak-anak keracunan, dapur ditutup sementara, pengelola ditegur, lalu beberapa hari kemudian beroperasi lagi. Kalau kelalaian yang membuat ratusan orang sakit tidak pernah berujung pada pertanggungjawaban hukum, jangan heran kalau kasus yang sama terus berulang,” katanya.

Ia menambahkan, bila terdapat dugaan kelalaian yang menyebabkan orang sakit maka aparat penegak hukum perlu melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang bertanggung jawab.(nor)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Kejawen hingga Malesung, Keberagaman Keyakinan Bersatu dalam Dialog Lintas Iman di Minahasa

    Dari Kejawen hingga Malesung, Keberagaman Keyakinan Bersatu dalam Dialog Lintas Iman di Minahasa

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia Dewan Musyawarah Wilayah Provinsi Sulawesi Utara (MLKI DMW Sulut) menggelar perayaan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan yang berlangsung meriah namun khidmat di kompleks Waruga Lotta, Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Senin (13/7/2026). Acara yang mengusung tema Se Matua Se Makukung, Se Puyun Se Makihit […]

  • Pemkab Minahasa Kerahkan Tim Gabungan Cari Anak Hilang di Air Terjun Paris

    Pemkab Minahasa Kerahkan Tim Gabungan Cari Anak Hilang di Air Terjun Paris

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Pemerintah Kabupaten Minahasa mengerahkan tim gabungan untuk mencari seorang anak yang hilang di kawasan wisata Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (24/5/2026). ​Memasuki hari kedua operasi pencarian, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Kawangkoan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Di Balik Senyum Haru, Dandim 1302 Minahasa dan Ketua Persit Berbagi Kasih di Panti Asuhan Sayap Kasih

    Di Balik Senyum Haru, Dandim 1302 Minahasa dan Ketua Persit Berbagi Kasih di Panti Asuhan Sayap Kasih

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    INTANANEWS – Sebagai wujud kepedulian sosial, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1302 Minahasa Letnan Kolonel (Letkol) Inf Mutakbir, bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Dim 1302 Minahasa, Ny. Jounne Keterina Mutakbir dan keluarga, mengunjungi Panti Asuhan Sayap Kasih di Tomohon Barat, Kota Tomohon, Kamis (16/01/2025), pukul 16.10 WITA. Kedatangan mereka bertujuan untuk melaksanakan […]

  • The Best Productivity Tools for Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Kasus Korupsi Batu Bara, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Dukung Kortastipidkor Polri Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu

    Kasus Korupsi Batu Bara, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Dukung Kortastipidkor Polri Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah delapan lokasi, termasuk kafe de’Clan dan Koin Money Changer. Operasi itu bagian dari penyidikan atas tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi di antaranya kasus blackout batu bara PLN, Asabri-Jiwasraya, dan kasus penyelesaian utang PT CBS […]

expand_less