Alunan Musik Bambu Iringi Pelepasan Purna Tugas Prajurit Kodim 1302/Minahasa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS – Komando Distrik Militer (Kodim) 1302/Minahasa menggelar acara syukuran purna tugas dan pra-purna tugas bagi sejumlah personel di Aula Makodim, Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2026).
Alunan musik bambu tradisional khas Minahasa menjadi pengiring utama dalam seremoni pelepasan prajurit yang telah menuntaskan masa pengabdian mereka.

Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S. (Foto: intana.news)
Komandan Kodim 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S., hadir didampingi Ketua Persit KCK Cabang XIV, Ny. drg. Basaria Bonaventura.
Acara ini menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi para perwira dan bintara yang telah memasuki masa pensiun, di antaranya Kapten Inf Adri Kandowangko, Pelda Fahrudin Padjha, dan Serka Marcolinus Mentu.

Sejumlah personel lain, seperti Kapten Inf Lendy Lengkey dan Kapten Inf Linoe Jeveri Jansen, juga turut dalam
barisan pra-purna tugas.
Dalam arahannya, Letkol Inf Bonaventura mengingatkan bahwa masa purna tugas merupakan fase yang pasti dihadapi setiap prajurit.

Ia menggarisbawahi dua hal penting bagi para purnawirawan: menjaga kesehatan dan memelihara silaturahmi.
Menurutnya, transisi dari kehidupan militer ke masyarakat sipil memerlukan kesiapan fisik dan mental yang prima.
“Kita semua akan sampai di titik ini. Hal terpenting adalah menjaga kondisi fisik dan tetap berkomunikasi dengan satuan. Saya memohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan selama kita bertugas bersama,” ujar Dandim Bonaventura di hadapan para anggota.

Acara yang berlangsung khidmat ini juga diwarnai dengan penyerahan piagam penghargaan dan cendera mata sebagai simbol kehormatan negara.
Kapten Inf Adri Kandowangko, dalam pesan dan kesannya, mengungkapkan
rasa bangga atas kelancaran tugas hingga garis finis.
Ia menyebut perjalanan karier di Kodim 1302/Minahasa sebagai bagian tak terpisahkan dari jati dirinya.

Kehadiran grup musik bambu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol pelestarian identitas lokal Sulawesi Utara di lingkungan militer.
Irama bambu yang selaras melambangkan sinergi yang terjalin erat antar-anggota selama menjaga kedaulatan di wilayah Minahasa.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama.
Melalui tradisi ini, Kodim 1302/Minahasa melepas para anggotanya kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai disiplin dan integritas yang selama ini ditempa di korps militer. (*)
- Penulis: Anes Walean
