Ini Sosok Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI yang Gugur Saat Jalankan Misi Perdamaian di Lebanon
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sertu Farizal Rhomadhon, anggota TNI yang Gugur di Lebanon.(Foto:Dok/Instagram @azilaaaaa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) meninggal dunia dalam tugas melaksanakan misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon pada Minggu (29/3/2026).
Siapakah salah satu putra terbaik TNI tersebut?
Dia adalah Sertu (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Almarhum merupakan prajurit kelahiran Kulon Progo, Yogyakarta pada 3 Januari 1998.
Ya, usianya baru menginjak 28 tahun tetapi dia telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan terpilih menjadi bagian dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-T/UNIFIL.
Di kesatuannya, Farizal menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima (Kompi Markas).
Sebagai seorang personel Provost, ia memegang tanggung jawab krusial dalam menjaga kedisiplinan dan keamanan internal di lingkungan markas.
Rekan-rekannya mengenal Farizal sebagai sosok yang tegas, disiplin tetapi rendah hati.
Penugasan Farizal ke Lebanon bukan sekadar tugas rutin melainkan bukti kompetensinya sebagai prajurit yang mampu beroperasi di level internasional.
Ia ditempatkan di wilayah Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan. Ya, sebuah area yang dikenal memiliki risiko tinggi karena berada di garis depan perbatasan (blue line).
Seperti dikutip dari suara.com, selama masa tugasnya, Farizal berkontribusi aktif dalam menjaga mandat PBB untuk menciptakan stabilitas di wilayah konflik tersebut.
Pangkat Sersan Satu (Sertu) Anumerta diberikan oleh negara sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdiannya yang tuntas hingga titik darah penghabisan.
Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang meningkat di wilayah Lebanon Selatan.
Pada Minggu (29/3/2026) malam pukul 20.44 waktu setempat, suasana di markas Kolebanonmpi Markas (Kima) Indobatt di Adshit al-Qusayr mendadak mencekam.
Ketika para prajurit dalam posisi siaga menghadapi situasi perbatasan yang tidak menentu. Tiba-tiba sebuah proyektil artileri yang diduga berasal dari arah garis depan jatuh dan meledak hebat tepat di area perimeter markas.
Sertu Farizal Rhomadhon yang saat itu sedang menjalankan tugas pengamanan di area tersebut menjadi salah satu korban dari ledakan kuat proyektil tersebut.
Tim medis reaksi cepat UNIFIL langsung mengevakuasi darurat dan memberikan penanganan medis maksimal di Rumah Sakit Level 2.
Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Nyawa Sertu Farizal Rhomadhon tidak tertolong. Dia gugur dalam menjaga perdamaian. Selamat jalan prajurit sejati!(nor)
- Penulis: Norman Meoko

Saat ini belum ada komentar