Kemanunggalan di Minahasa, Danrem dan Dandim Awali Pembangunan Jembatan Wioi
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, memimpin peletakan batu pertama Jembatan Perintis Garuda.
Komandan Kodim (Dandim) 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S., mendampingi langsung kegiatan tersebut.
Acara groundbreaking ini berlangsung di Desa Wioi, Kecamatan Ratahan Timur, Jumat (27/3/2026).
Pembangunan infrastruktur ini meliputi pengerjaan tahap III dan tahap IV. Sebanyak 50 tamu undangan hadir menyaksikan prosesi bersejarah ini.
Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Asisten 1 Pemkab, Janny Rolos, hadir mewakili bupati dalam acara tersebut.
Selain itu, Ketua DPRD Minahasa Tenggara, Sophia Antu, turut memberikan apresiasi.
Sebelum memulai fisik, Danrem melakukan koordinasi video bersama Pangdam XIII/Merdeka. Setelah itu, rombongan menuju Desa Wioi Dua untuk peletakan batu pertama.
Perwakilan Polres, Kejari, serta tokoh masyarakat juga memantau lokasi.
Spesifikasi Teknis Jembatan
Danrem menjelaskan secara detail rencana pembangunan jembatan beton tersebut. Struktur jembatan ini memiliki panjang 10 meter.
Selanjutnya, lebar jembatan mencapai 3 meter untuk akses kendaraan warga.
”Pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur fisik semata,” ujar Brigjen Martin Susilo.
Beliau menegaskan bahwa jembatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara. Tujuannya adalah membantu akses mobilitas warga setempat secara langsung.
Program Strategis Nasional
Proyek ini merupakan bagian dari program kerja Presiden RI, Prabowo Subianto.
Pemerintah berharap jembatan ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, akses jalan yang lancar menjadi prioritas utama.
TNI juga membagikan sembako kepada warga sekitar di lokasi acara.
Kolaborasi TNI dan pemerintah daerah terbukti mampu menyelesaikan persoalan wilayah.
Akhirnya, pembangunan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar