Kemungkinan TNI Tarik Prajurit dari Lebanon, DPR Minta Hal Itu Dilakukan secara Matang
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono.(Foto:Dok/fraksigolkar.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dave Laksono meminta pemerintah untuk mengavaluasi total terhadap keselamatan prajurit Indonesia di wilayah konflik.
Dave yang juga anggota Fraksi Partai Golkar itu menyatakan hal itu pada Minggu (5/4/2026).
Ia menanggapi kembali adanya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terluka akibat ledakan yang terjadi di El Adeisse, Lebanon Selatan.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB gugur dalam menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.
Ketiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yakni Mayor (Inf) Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.
Kemungkinan penarikan prajurit TNI di Lebanon, Dave mengatakan, keputusan itu harus diambil lewat pertimbangan yang sangat matang.
“Penarikan pasukan jangan dilakukan secara tergesa-gesa tetapi melalui pertimbangan strategis yang matang. Karena Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap mandat perdamaian dunia, dan kehadiran prajurit TNI di UNIFIL merupakan bagian dari tanggung jawab tersebut,” tuturnya.
Yang pasti, katanya setiap insiden yang menimpa prajurit TNI di Lebanon hendaknya menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia meminta pemerintah mengevaluasi prosedur keselamatan prajurit TNI di Lebanon dengan tetap memastikan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi UNIFIL tetap dijalankan dengan penuh kehormatan,” ia menambahkan.(nor)
- Penulis: Norman Meoko

Saat ini belum ada komentar