Kiprah Samuel Naibaho di Beranda Utara, Menyeimbangkan Penegakan Hukum dan Jalan Preventif
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Samuel Naibaho, S.H., M.H.(Foto: Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TALAUD, INTANA.NEWS – Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Samuel Naibaho, S.H., M.H., tengah menjadi perhatian publik seiring langkahnya mengusut dugaan korupsi dana desa yang melibatkan sembilan kepala desa di wilayah perbatasan tersebut.
Di saat yang sama, jaksa muda ini secara konsisten menggencarkan program edukasi hukum preventif guna menekan angka pelanggaran di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Penyelidikan terhadap sembilan kepala desa tersebut menjadi salah satu agenda penting Kejari Talaud dalam menegakkan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.
Kendati tengah menangani kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut, Samuel menegaskan bahwa pendekatan hukum tidak boleh hanya terpaku pada tindakan represif atau penangkapan, melainkan harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan sejak dini.
Langkah preventif itu diwujudkan melalui berbagai program unggulan institusi, seperti Jaksa Masuk Sekolah dan dialog interaktif Jaksa Menyapa.
Melalui forum-forum tersebut, Kejari Talaud memberikan penerangan hukum secara berkala kepada aparatur pemerintahan desa, pelajar, dan masyarakat umum mengenai pentingnya transparansi anggaran serta tata kelola keuangan yang bersih.
Saat bertatap muka dengan para pelajar, Samuel kerap mengingatkan pentingnya literasi digital dan hukum agar generasi muda tidak terjerumus dalam pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, penyalahgunaan narkotika, serta kenakalan remaja.
Sementara dalam forum bersama jajaran pemerintah desa, fokus utama diarahkan pada tata kelola dana desa yang akuntabel sekaligus peningkatan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana perdagangan orang.
Samuel menyatakan bahwa fokus utama bidang intelijen kejaksaan adalah pengawasan dan pencegahan karena aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.
Bagi pria yang gemar berolahraga ini, motivasi utamanya menjadi jaksa adalah untuk mengabdi kepada negara melalui penegakan hukum yang berkeadilan sekaligus edukatif.
Pengabdian di wilayah kepulauan yang berjarak sekitar 270 kilometer dari Kota Manado ini menjadi babak baru bagi Samuel.
Pria kelahiran Bengkulu, 25 Februari 1992 ini mengawali kariernya sebagai jaksa di Kejari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 2022, sebelum akhirnya berpindah tugas ke Kejari Talaud pada tahun 2025.
Daerah yang hanya bisa ditempuh dengan kapal laut atau penerbangan perintis ini diakuinya memberikan banyak pengalaman baru dalam menjalankan tugas Korps Adhyaksa.
Ia menilai keberhasilan penegakan hukum tidak sekadar diukur dari banyaknya perkara yang diselesaikan di pengadilan, melainkan dari sejauh mana masyarakat memahami dan mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.
Guna mencapai tujuan tersebut, kerja sama dan sinergi antara kejaksaan dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan angka pelanggaran hukum di beranda utara Indonesia. (*)
- Penulis: Anes Walean
