Laskar Napiri Inisiasi Sekolah Alkitab di Lapas Lirung, Ubah Karakter Warga Binaan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANA.NEWS – Laskar Narapidana Mandiri (Napiri) menggelar kegiatan kerohanian di Lapas Kelas III Lirung, Kamis (9/4/2026).
Organisasi ini menyosialisasikan program kerja mereka. Selain itu, mereka berencana membuka Sekolah Alkitab Napiri bagi warga binaan.
Ketua Umum Laskar Napiri, Alfa Christian Kaliey, memberikan mandat kepada Ev. Andreas Lantu. Dia menjabat sebagai Kepala Bidang Kerohanian.
Selain sosialisasi, tim Napiri juga membagikan Alkitab kepada para penghuni Lapas.
Ibadah bersama ini menghadirkan Ev. Aldy Sanggili, S.Th. M.Div sebagai pengkhotbah.
Ia menyampaikan pesan religius bertema “Injil adalah Kabar Baik”.
Ketua Umum Laskar Napiri, Alfa Christian Kaliey, melalui Ev. Andreas Lantu menjelaskan bahwa ibadah rutin saja belum efektif.
Menurutnya, perubahan perilaku memerlukan pendekatan yang lebih mendalam.
Oleh karena itu, Napiri menghadirkan pembelajaran dasar Alkitab secara sistematis. Program ini bertujuan mendorong perubahan hidup dan pertobatan.
”Kami ingin seluruh Lapas di Sulawesi Utara memiliki Sekolah Alkitab Napiri,” ujar Andreas.
Pihak Napiri mengatakan masa hukuman bukan jaminan perubahan karakter.
Menurut mereka, pemahaman agama menjadi faktor kunci rehabilitasi. Oleh sebab itu, pendidikan agama secara terstruktur sangat penting.
Andreas membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani masa tahanan dahulu. Ia mengaku mulai bertobat saat belajar Alkitab secara otodidak. Pengalaman tersebut terjadi di dalam penjara.
”Hanya Injil yang mampu mengubah karakter seseorang, bukan sekadar penjara,” tegasnya.
Selanjutnya, para pengajar akan membimbing warga binaan secara rutin.
Andreas berharap tenaga pengajar profesional dapat mempermudah proses perubahan karakter sehingga mereka (Warga Binaan) siap kembali ke masyarakat. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar