Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » PDI Perjuangan Minta RUU Pemilu Segera Dibahas, Dasco Malah Bilang Sebaliknya Tidak Usah Buru-buru

PDI Perjuangan Minta RUU Pemilu Segera Dibahas, Dasco Malah Bilang Sebaliknya Tidak Usah Buru-buru

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihaknya tidak ingin buru-buru membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Alasannya, karena banyak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan dan memutuskan berbagai hal dalam sistem Pemilu.

Dasco yang juga politisi Partai Gerindra tersebut menyatakan hal itu di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).

Ia mengatakan, sikap tidak buru-buru itu dimaksudkan agar Undang-Undang Pemilu yang dihasilkan bisa benar-benar baik.

“Pimpinan DPR kini tengah meminta para partai politik untuk melakukan simulasi sistem pemilu untuk menunjang pembahasan RUU tersebut,” tuturnya.

Selanjutnya dia meminta partai-partai politik untuk melakukan simulasi baik yang ada di parlemen maupun di non-parlemen yang tidak ada di parlemen.

Dia menyatakan, tahapan-tahapan Pemilu 2029 masih bisa berjalan dengan menggunakan Undang-Undang Pemilu yang lama.

“Karena kalau tahapan, itu bisa jalan saja. Rekrutmen KPU, Bawaslu, itu bisa jalan tanpa adanya undang-undang baru,” katanya.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendorong agar pembahasan RUU Pemilu di DPR segera dilakukan. Karena pemilihan umum perlu dipersiapkan dengan baik.

Sikap PDIP itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026).

Ia selanjutnya mengatakan, Pemilu merupakan mekanisme lima tahunan di dalam membangun kualitas demokrasi yang harus dipersiapkan dengan baik, termasuk melalui UU Pemilu.

Dia mengemukakan, partainya mendorong anggotanya bekerja sama dengan fraksi-fraksi agar segera dilakukan pembahasan UU Pemilu.

“Kami sudah melakukan sejumlah lokakarya untuk membahas isu-isu strategis. Beberapa isu itu di antaranya sistem pemilu, ambang batas minimum, dan independensi dari penyelenggara pemilu,” ia menambahkan.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Zulfikar Arse Sadikin juga mengomentari soal pembahasan RUU Pemilu.

“Yang jelas sih ada keinginan apa penyusunan itu harus segera selesai diketok menjadi RUU inisiatif dan pembahasan juga bisa segera dilakukan mengingat akhir tahun ini kita sudah memasuki tahapan pemilu untuk 2029, yaitu rekrutmen penyelenggara pemilu,” katanya di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Jumat (17/4/2026).

Pembahasan RUU Pemilu, dia melanjutkan dapat segera berlanjut mengingat proses rekrutmen penyelenggara pemilu akan dilaksanakan akhir tahun.

“Ya sebenarnya ada harapan begitu. Tapi kita harus perhatikan semua hal ya, harus kita perhatikan semua hal itu. Lingkungan Komisi II bagaimana, DPR bagaimana, partai bagaimana, lalu di luar kita juga keadaan negara kita bagaimana gitu,” dia menjelaskan.

Ia menyebutkan, pembahasan RUU Pemilu saat ini berada pada tahap awal berupa pengayaan materi. Pembahasan baru akan dilakukan setelah bahan yang disusun Badan Keahlian DPR rampung.

DPR sendiri menargetkan pembahasan dan pengesahan RUU Pemilu (Revisi UU No.7 Tahun 2017) rampung pada 2026 sebagai persiapan tahapan Pemilu 2029 yang dimulai pada 2027.

Fokus utama revisi meliputi tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi, perbaikan sistem pemilu legislatif, parliamentary threshold, presidential threshold, serta digitalisasi.

Revisi UU No.7 Tahun 2017 ini krusial untuk memberikan landasan hukum baru sebelum proses administratif besar Pemilu 2029 dimulai.(*)

  • Penulis: Norman Meoko

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenazah Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Nasional Utama Kalibata

    Jenazah Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Nasional Utama Kalibata

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Jenazah mantan Menteri Pertahanan (Menhan) masa bakti 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta pada Senin (1/6/2026) siang. Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam prosesi pemakaman tersebut di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit […]

  • Bupati Minahasa Selatan Hadiri Peresmian Revitalisasi Sekolah se-Sulut

    Bupati Minahasa Selatan Hadiri Peresmian Revitalisasi Sekolah se-Sulut

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar menghadiri peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Sulawesi Utara, Selasa (21/4/2026). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan langsung fasilitas tersebut. ​Acara ini berlangsung di TK Negeri 10 Manado, Kecamatan Tuminting. Dalam agenda tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mendampingi Mendikdasmen. Proyek ini merupakan bagian dari program […]

  • Kejaksaan Agung Serahkan Rp11,4 Triliun Hasil Satgas PKH ke Negara, Presiden Prabowo Ikut Menyaksikan

    Kejaksaan Agung Serahkan Rp11,4 Triliun Hasil Satgas PKH ke Negara, Presiden Prabowo Ikut Menyaksikan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 83
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (10/4/2026) menyerahkan uang hasil Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ke negara. Kali ini Kejagung menyerahkan uang total sebanyak Rp 11,4 triliun kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kejagung, Jakarta. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, uang yang diserahkan merupakan […]

  • Langkah Preventif Lapas Tondano, Deklarasi Bersih dan Razia Kamar Hunian

    Langkah Preventif Lapas Tondano, Deklarasi Bersih dan Razia Kamar Hunian

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 37
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Integritas menjadi harga mati bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano. Jumat (8/5/2026), seluruh jajaran berkumpul untuk satu tujuan. Mereka mendeklarasikan perang terhadap handphone ilegal, narkoba, dan penipuan. ​Kepala Lapas Tondano, Yulius Jum Hertantono, memimpin langsung pembacaan ikrar tersebut. Seluruh pejabat struktural dan pegawai mengikuti prosesi dengan khidmat. Langkah ini merupakan dukungan […]

  • Ditetapkan Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Sindir Aparat dengan Kasus Terpidana Silfester Matutina

    Ditetapkan Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Sindir Aparat dengan Kasus Terpidana Silfester Matutina

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 38
    • 0Komentar

    INTANANEWS – Polisi hari ini telah menetapkan delapan tersangka kasus fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan langsung Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (7/11/2025). Ternyata dua tersangka dari delapan tersangka itu adalah Roy Suryo dan Rismon Sianipar. Apa tanggapan keduanya […]

  • DPR dan Presiden Prabowo Didesak Segera Bentuk Tim Pencari Fakta Pasca Mundurnya Kepala BAIS TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras

    DPR dan Presiden Prabowo Didesak Segera Bentuk Tim Pencari Fakta Pasca Mundurnya Kepala BAIS TNI Terkait Kasus Penyiraman Air Keras

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 66
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden Prabowo Subianto didesak untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) pasca mundurnya Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Letjen Yudi Abrimantyo. Desakan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam keterangan tertulisnya di Jakarta seperti dikutip pada Jumat (27/3/2026). Dia […]

expand_less