USAJ SMPN 2 Tondano Dimulai, Sinergi Pemerintah dan Sekolah Kawal Masa Depan Siswa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS — Suasana SMP Negeri 2 Tondano nampak sangat tenang. Tidak ada keriuhan berlebih pada pagi itu. Senin (4/5/2026).
Sebanyak 91 siswa sudah duduk rapi di bangku mereka. Mereka bersiap menghadapi Ujian Sumatif Akhir Jenjang (USAJ) yang menentukan.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Minahasa, Riviva Maringka, hadir.
Ia memegang amplop cokelat besar yang masih tersegel rapat. Di dalamnya terdapat lembaran soal bagi masa depan para siswa.
Data sekolah menunjukkan tingkat kehadiran yang luar biasa. Seluruh peserta hadir tanpa kecuali.

Tidak ada siswa yang melaporkan sakit atau izin. Semangat belajar nampak sangat kuat di sekolah ini.
Sebanyak 48 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan hadir. Mereka mengisi lima ruang ujian yang telah disediakan sekolah. Pembagian ini bertujuan agar suasana tetap kondusif bagi siswa.
Pengawasan berjalan ketat namun tetap memberikan rasa nyaman.
Riviva Maringka membuka segel soal secara resmi pagi itu. Ia kemudian membagikan lembaran tersebut kepada para peserta ujian.
Prosedur ini sangat penting untuk menjaga kerahasiaan dokumen negara.
Riviva Maringka menegaskan bahwa ujian bukan sekadar menjawab soal. Ia menyatakan bahwa kejujuran adalah kunci utama dalam pendidikan.
Pemerintah berharap hasil ujian mencerminkan kualitas pendidikan Minahasa yang baik.
Kepala SMP Negeri 2 Tondano, Charlota J. Ngangi, turut mendampingi.

Dia merasa sangat bangga dengan kedisiplinan para siswanya. Persiapan matang telah mereka lakukan jauh sebelum hari pelaksanaan.
Mengapa angka kehadiran bisa mencapai seratus persen? Pihak sekolah menerapkan sistem pemantauan kesehatan yang sangat intensif. Pihak sekolah juga mengapresiasi peran orang tua.
Guru wali kelas rutin berkomunikasi aktif dengan orang tua. Hal tersebut memastikan setiap anak dalam kondisi prima.
Bagaimana cara sekolah menjaga mental para siswa mereka?
Charlota menjelaskan bahwa simulasi ujian sering dilakukan sebelumnya. Siswa menjadi terbiasa dengan tekanan waktu dan variasi soal.
Kepercayaan diri siswa pun terbangun melalui proses yang panjang.
Pelaksanaan USAJ ini menjadi potret nyata kualitas pendidikan daerah. Kerja sama pemerintah dan sekolah telah membuahkan hasil nyata.
Disiplin tetap menjadi fondasi utama dalam meraih prestasi gemilang. (nes)
- Penulis: Anes Walean
