Salurkan Dana Bencana, Bupati RD: Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Hak Korban Bencana
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Pemerintah Kabupaten Minahasa menyalurkan Dana Bantuan Bencana dan Kebakaran Tahap 1, Senin, (18/5/ 2026).
Penyaluran berlangsung di Halaman Kantor Bupati Minahasa bersamaan dengan penyerahan alat pertanian.

Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey S.Si M.A.P saat memberikan arahan. (Foto: Dok/ist Kevin)
Sejumlah pejabat teras mendampingi Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey (RD), saat acara penyerahan.
Mereka adalah Sekretaris Daerah, Dr. Lynda D Watania M.M M.Si, para Asisten, Staf Ahli, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Sosial, Kadis Kominfo, serta Kepala Dinas Pertanian.
Bupati Robby Dondokambey menyatakan bahwa bantuan uang tunai ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah.

Penyerahan Bantuan bencana oleh Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey S.Si M.A.P. (Foto: Dok/ist/Kevin)
Pemerintah berkomitmen membantu masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran dan bencana alam.
”Kami berharap bantuan ini segera mengobati duka dan trauma yang menimpa keluarga masing-masing,” ujarnya.
Ia mengajak para korban bencana menerima ujian ini sebagai bagian dari rencana Tuhan.
Mengapa pemerintah memilih menyerahkan dana bantuan ini di halaman kantor bupati secara kolektif?
Mengapa bupati tidak mengunjungi langsung lokasi rumah para korban satu per satu?
Bupati Robby menjelaskan alasan rasional di balik keputusan tersebut.
Saat ini, kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Minahasa sedang mengalami efisiensi anggaran yang sangat ketat.
Anggaran daerah yang terbatas tidak memungkinkan mobilisasi dinas untuk mendatangi setiap lokasi bencana secara terpisah.
Bagaimana pemerintah menyiasati keterbatasan anggaran tersebut agar bantuan tetap sampai ke tangan warga?
Solusinya adalah melalui metode penyaluran terpusat dan serentak di satu titik lokasi.
”Melalui cara sekaligus ini, masyarakat merasakan manfaat bersama secara efisien,” jelas Robby.

Foto bersama seusai penyerahan bantuan bencana. (Foto: Dok/ist. Kevin)
Strategi ini memotong biaya birokrasi operasional perjalanan dinas yang tidak perlu.
Dengan demikian, anggaran daerah tetap hemat tanpa mengurangi hak para penerima bantuan.
Pemerintah menjamin kejelasan seluruh proses penyaluran dana bantuan bencana ini.
Pihak Dinas Sosial mendata para penerima secara valid jauh sebelum hari penyerahan.
Kriteria penerima melewati verifikasi faktual agar tidak ada salah sasaran di lapangan.
Meskipun nominal bantuan menyesuaikan kapasitas keuangan daerah, kepedulian pemerintah tidak berkurang sedikit pun.
Penyaluran serentak ini membuktikan akuntabilitas pengelolaan dana bencana di Minahasa tetap berjalan transparan dan efektif. (*)
- Penulis: Anes Walean
