Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Jadwalkan Rapat dengan TNI Terkait Insiden Tersebut
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. (Foto:Dok/Anadolu)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) meninggal dunia, satu luka berat serta dua luka ringan. Mereka dalam tugas melaksanakan misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon pada Minggu (29/3/2026).
Insiden tersebut terjadi saat berlangsung saling serang artileri di area penugasan di tengah meningkatnya eskalasi situasi keamanan di kawasan tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan kejadian tersebut dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (30/3/2026).
“Satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Dia mengatakan, hingga kini proses klarifikasi masih dilakukan oleh pihak UNIFIL untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.
“Perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan TNI,” ia menambahkan.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dave Laksono di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Senin (30/3/2026) menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon dan tiga personel lain luka-luka akibat serangan artileri dari Israel itu.
“Kami terus menunggu penjelasan resmi dari Markas Besar TNI tentang korban ataupun kerusakan yang terdampak kepada prajurit TNI ataupun terhadap markas tempat di mana mereka berada,” katanya.
Ia selanjutnya menyatakan, kejadian itu menjadi momentum evaluasi soal fungsi keberadaan prajurit TNI di kawasan tersebut.
“Jangan sampai, aksi saling serang di kawasan itu justru menewaskan prajurit TNI yang hendak mendorong perdamaian. Sebelumnya sudah pernah pernah kena juga rudal, akan tetapi tidak ada korban yang serius. Nah, sekarang sudah ada korban yang fatal,” ucapnya.
Dave Laksono menambahkan, Komisi I DPR menjadwalkan rapat dengan TNI untuk membahas soal penempatan prajurit TNI di luar negeri dalam misi perdamaian.(nor)
- Penulis: Norman Meoko

Saat ini belum ada komentar