Gubernur Sulawesi Utara Lepas 394 Jemaah Haji ke Embarkasi Balikpapan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, INTANA.NEWS – Gubernur Sulawesi UTARA (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, resmi melepas 394 jemaah haji asal Sulawesi Utara.
Acara pelepasan berlangsung di Aula GSG Asrama Haji Transit Manado pada Selasa (28/4/2026).
Rombongan ini merupakan gabungan jemaah dari Kloter 5 dan Kloter 6. Mereka akan segera bertolak menuju Embarkasi Balikpapan sebelum terbang ke Arab Saudi.
Tujuh orang petugas akan mendampingi seluruh jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Pengelolaan Mandiri dan Bantuan Tali Kasih
Gubernur Yulius menegaskan keistimewaan pelaksanaan haji pada tahun ini. Hal tersebut karena pengelolaan haji kini berada penuh di bawah Kementerian Haji dan Umrah yang mandiri. Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan bagi seluruh jemaah Indonesia.

Gubernur Sulawesi UTARA (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. (Foto:Dok/ist)
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyalurkan bantuan dana “Tali Kasih”. Setiap jemaah menerima uang sebesar 5 juta rupiah.
Dana tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.
”Pemerintah berharap bantuan ini menjadi penyemangat. Dengan begitu, jemaah dapat menjalankan ibadah secara tenang,” ujar Yulius.
Menjaga Kesehatan dan Fokus Ibadah
Gubernur juga memberikan arahan khusus mengenai kondisi lapangan di Arab Saudi. Beliau meminta jemaah mewaspadai perbedaan cuaca ekstrem. Oleh karena itu, para jemaah wajib menjaga kesehatan fisik dan mental secara konsisten.
Selain faktor fisik, Yulius menekankan pentingnya kesiapan batin. Beliau meminta jemaah meninggalkan sejenak urusan duniawi. Fokus utama adalah meraih perubahan karakter melalui refleksi diri yang mendalam.
Menjaga Jati Diri dan Kedisiplinan
Dalam sambutannya, Gubernur menitipkan pesan mengenai semangat Torang Samua Basudara. Jemaah harus mewujudkan semangat itu melalui sikap saling menolong. Selain itu, jemaah wajib menjaga martabat bangsa dengan perilaku yang santun dan sabar.
Kedisiplinan juga menjadi poin utama dalam arahan Gubernur. Jemaah harus mematuhi seluruh instruksi petugas pendamping. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kelancaran pergerakan rombongan.
Sebagai penutup, Gubernur menitipkan doa kepada para jemaah. Beliau berharap Sulawesi Utara selalu mendapatkan kemajuan dan kedamaian. Kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut juga harus tetap terjaga harmonis. (nes)
- Penulis: Anes Walean
