BPJS Kesehatan Topang Biaya Pengobatan Gagal Ginjal Warga Motoling
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan peran vitalnya sebagai jaring pengaman kesehatan masyarakat.
Program ini menjadi tumpuan utama bagi pasien penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Hendra Kaligis, warga Motoling, merupakan salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat tersebut.
Ia mulai merasakan gejala penyakit pada akhir tahun 2018. Tubuhnya lemas, pucat, sering muntah, hingga sulit tidur. Selain itu, tekanan darahnya terus meningkat secara drastis.
Setelah pemeriksaan laboratorium, dokter menemukan kadar kreatinin Hendra mencapai angka 4. Angka ini jauh melampaui batas normal sebesar 1,3.
Kondisi tersebut menunjukkan gangguan serius pada fungsi ginjal Hendra. Faktor pemicunya meliputi hipertensi, asam urat, serta kolesterol tinggi.
Proses Pengobatan
Hendra kemudian menjalani kontrol kesehatan secara rutin setiap bulan. Ia mengikuti berbagai terapi sesuai anjuran dokter selama tiga tahun.
Namun, kondisi ginjalnya tetap tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Akhirnya, dokter merekomendasikan tindakan hemodialisis atau cuci darah.
Secara medis, pasien cuci darah wajib menjalani tindakan dua kali seminggu. Dalam satu bulan, Hendra menjalani delapan kali tindakan medis. Biaya satu kali cuci darah mencapai Rp1,3 juta. Angka ini belum termasuk biaya obat, vitamin, dan konsultasi dokter.
Prinsip Gotong Royong
Meskipun biaya pengobatan sangat besar, Hendra mengaku merasa sangat terbantu.
Program JKN menanggung seluruh rangkaian pengobatan yang ia jalani. Oleh karena itu, ia tidak perlu memikul beban finansial secara mandiri.
Hendra menilai program kelolaan BPJS Kesehatan ini mengedepankan prinsip gotong royong.
Peserta yang sehat secara sistematis membantu peserta yang sakit. Hal ini memberikan kesempatan akses kesehatan yang setara bagi semua orang.
Hendra juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keaktifan kepesertaan JKN. Sebab, risiko penyakit dapat datang kapan saja tanpa prediksi.
Caranya adalah dengan membayar iuran secara rutin setiap bulan. Persiapan dini memberikan perlindungan kesehatan saat kondisi darurat tiba. (nes)
- Penulis: Anes Walean
