Hardiknas Minahasa: Bupati Robby Tekankan Sekolah Sebagai Rumah Kasih Sayang
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Kabupaten Minahasa tahun 2026 menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Tanah Toar Lumimuut.
Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si, M.Ap., menegaskan bahwa hakikat sekolah harus bertransformasi menjadi lingkungan yang penuh empati.
”Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia melalui sistem among. Sekolah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan harus menjadi rumah kasih sayang,” ujar Bupati Robby saat memimpin upacara peringatan Hardiknas di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Tondano, Sabtu (2/5/2026).

Di hadapan jajaran Forkopimda dan peserta upacara yang mayoritas mengenakan pakaian adat Minahasa, Bupati menegaskan bahwa inti dari pendidikan bukanlah deretan angka di atas kertas laporan, melainkan proses tulus untuk memuliakan manusia.
Ia menyebut prinsip asah, asih, dan asuh sebagai kunci utama dalam membangun watak bangsa yang tangguh.

Dalam pidato yang mengacu pada naskah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bupati Robby menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah memprioritaskan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning.
Strategi ini menuntut perubahan besar yang dimulai dari interaksi di dalam kelas.
Revitalisasi satuan pendidikan dan percepatan digitalisasi memang terus dilakukan, namun Bupati mengingatkan bahwa semua perangkat teknologi tersebut tidak akan bermakna tanpa perubahan pola pikir (mindset).
”Kita butuh mental yang kuat dan misi yang lurus. Tanpa itu, kualitas pendidikan hanya akan berhenti sebagai angka kuantitatif pada laporan formalitas saja,” tegasnya.

Menyadari bahwa kualitas sekolah sangat bergantung pada pendidiknya, Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru.
Dukungan nyata diberikan melalui beasiswa pendidikan dan peningkatan tunjangan profesi secara langsung.
Langkah ini diambil agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan tenang, penuh integritas, dan fokus menjadi agen peradaban yang mampu menumbuhkembangkan potensi alamiah siswa sebagai makhluk Tuhan.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Minahasa Martina Watok Dondokambey Lengkong, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, serta Sekretaris Daerah Lynda D. Watania.
Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas komitmen kolektif dalam memajukan standar pendidikan di Minahasa agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter. (nes)
- Penulis: Anes Walean
