Mendagri Mewanti-wanti Kepada Seluruh Kepala Daerah, Katanya Waspadai Potensi Inflasi dan Dampak Krisis Global
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.(Foto:Dok/tvrinews.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDA ACEH, INTANA.NEWS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banda Aceh, Aceh pada Senin (20/4/2026).
Dalam kesempatan itu, dia mengajak seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi inflasi serta dampak krisis global.
Alasannya, dua hal itu berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Dia menilai inflasi kini bukan lagi sekadar isu makro, melainkan persoalan konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari.
“Kenaikan harga pangan, energi, dan logistik dapat dengan cepat memicu tekanan sosial. Semua itu berpotensi dampak ekstrem jika inflasi tidak dikendalikan. Kalau sudah meledak, mahal biayanya. Bisa sampai kerusuhan, fasilitas publik rusak. Membangunnya lama, merusaknya sebentar,” tuturnya.
Dia menyebutkan dinamika global seperti konflik Rusia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar.
“Perkembangan tersebut turut mempengaruhi harga energi global yang berdampak pada berbagai sektor. Kenaikan harga minyak dapat memicu efek berantai terhadap biaya transportasi, distribusi, dan harga barang,” ucapnya.
Terkait hal itu, Mendagri meminta peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di daerah.”Jangan autopilot. Jangan tunggu sampai masalah meledak,” katanya.
Ia menambahkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus memperkuat kinerja, termasuk melalui koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik untuk memantau pergerakan harga secara real-time.(*)
- Penulis: Norman Meoko
