Minahasa Rombak Perpustakaan Jadi Ruang Hidup Masyarakat
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Pemerintah Kabupaten Minahasa kini menempatkan urusan perpustakaan pada posisi yang jauh lebih serius.
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Lynda D. Watania, menegaskan hal tersebut saat pembukaan kegiatan Pembinaan Perpustakaan Umum dan Khusus di Dinas Perpustakaan Minahasa, Selasa (5/5/2026).
Lynda menyebut pengelolaan perpustakaan bukan sekadar fasilitas tambahan bagi daerah.
Menurutnya, aspek ini merupakan urusan wajib pemerintah yang harus menjadi prioritas utama.
Penegasan ini muncul sebagai respons atas tantangan digitalisasi yang kian mendominasi pola konsumsi informasi masyarakat saat ini.
Perpustakaan memegang peran sebagai institusi strategis penyimpan data dan informasi yang lengkap.
Isinya tidak terbatas pada ilmu pengetahuan dan teknologi semata.
Lynda menekankan bahwa rak-rak buku tersebut menyimpan rekam jejak kebudayaan bangsa yang sangat vital.
Pemerintah daerah khawatir jika pengelolaan perpustakaan berjalan ala kadarnya.
Pengabaian terhadap institusi ini berisiko memutus rantai identitas budaya pada generasi muda.
Tanpa literasi yang kuat, anak cucu mungkin hanya mengenal perangkat teknologi tanpa memahami akar sejarah perjuangan bangsa.
”Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal teknologi, tetapi melupakan sejarah perjuangan bangsa,” ujar Lynda dengan nada lugas.
Bagaimana Minahasa menjawab tantangan zaman ini?
Lynda mendorong transformasi perpustakaan menjadi ruang hidup yang relevan bagi publik.
Ia mencontohkan keberadaan perpustakaan modern di Jakarta yang kini menjadi salah satu yang terbesar sebagai rujukan pembangunan.
Hal tersebut menjadi standar bagi daerah untuk menciptakan pusat literasi yang menarik minat publik secara luas.
Pemerintah berupaya menghadirkan fasilitas yang lengkap namun tetap mengikuti tren perkembangan zaman.
Dengan begitu, perpustakaan mampu menghidupkan kembali kesadaran budaya sekaligus memperkuat karakter penerus bangsa di Minahasa. (nes)
- Penulis: Anes Walean
