Pemkab Minahasa Gelar Bakti Massal, Fokus pada Drainase dan Ketahanan Pangan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS — Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan Apel Kerja Bakti Massal di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Tondano, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi dampak curah hujan tinggi dan memperkuat kemandirian pangan daerah.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang memimpin langsung apel tersebut pada pukul 07.30 WITA.

Sejumlah pejabat teras hadir, termasuk Ketua TP-PKK Martina Watok Dondokambey Lengkong dan Sekretaris Daerah Lynda D. Watania.
Seluruh jajaran ASN dan tenaga honorer turut serta dalam aksi kebersihan ini.
Dalam sambutan Bupati Robby Dondokambey yang dibacakan Wabup Vanda, pemerintah menekankan pentingnya pembersihan saluran air.

Curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir memicu potensi banjir jika drainase tersumbat.
”Fokus utama hari ini adalah penanganan drainase. Kita harus memastikan aliran air tidak terhambat oleh sedimen atau sampah,” ujar Vanda saat membacakan sambutan.
Pemerintah meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak sesuai pembagian wilayah.

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Indonesia Asri di Minahasa.
ASN diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai atau selokan.
Selain kebersihan lingkungan, Pemkab Minahasa mendorong gerakan menanam di lahan pekarangan.
Wabup Vanda mengajak ASN memanfaatkan waktu Work From Home (WFH) setiap Jumat untuk mengelola kebun mandiri.
”Tanamlah apa yang kita makan dan makanlah apa yang kita tanam. Langkah kecil ini dapat menekan pengeluaran rumah tangga,” lanjutnya.
Inisiatif ini terinspirasi dari keberhasilan Ketua TP-PKK Minahasa yang memanfaatkan lahan rumah dinas untuk tanaman produktif.

Pemerintah berharap masyarakat dapat meniru langkah tersebut guna menciptakan kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Lynda D. Watania memberikan instruksi tegas mengenai kedisiplinan.
Pegawai yang terlambat mengikuti apel diminta membentuk barisan khusus untuk pendataan melalui dokumentasi foto.
”Disiplin adalah kunci. Kami mendokumentasikan pegawai yang terlambat sebagai bahan evaluasi kinerja,” tegas Lynda.
Aksi kerja bakti ini berlangsung secara sistematis di berbagai titik strategis kota Tondano.
Pemerintah optimis kegiatan rutin ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat Minahasa. (nes)
- Penulis: Anes Walean
