Praktik Jual-Beli Dapur Bikin SPPG Bengkak Jadi 6.877 Titik, Imbasnya Boros Rp 1 Triliun per Bulan
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.(Foto:Dok/kemenkopangan.go.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Praktik jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) mengakibatkan terjadi pembengkakan jumlah SPPG hingga 6.877 titik.
Hal itu diungkapkan oleh Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan seusai rapat mengenai MBG di di Kantor Kemenko Pangan, di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).
Dia menyatakan, berdasarkan laporan dari Kepala BGN, Nanik S. Deyang ternyata total pemborosan yang terjadi hingga Rp 1 triliun per bulan.”Ini akibat pembengkakan jumlah SPPG,” tuturnya.
Ia mengambil contoh misalnya terjadi jual beli titik yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000.”Tetapi sekarang sudah ada 27.000, 27.877 ribu titik ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik,” katanya.
Kembali mengutip laporan Kepala BGN, Nanik S. Deyang, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa jika Rp 6.877 penambahan maka 1 bulan ada pengeluaran lebih Rp 1 triliun pemborosan.”Berarti kalau satu tahun berapa itu? Rp 12 triliun,” dia melanjutkan.
Ia mengungkapkan pihaknya juga menemukan adanya pembengkakan SPPG atau dapur MBG di daerah 3T.
“Dari awalnya pendataan mencatat 2.000 titik lalu membengkak menjadi 8.617 titik. Adapun 6.138 titik di antara SPPG daerah 3T tersebut sudah memiliki SK dari BGN,” ia menjelaskan.
Dia menambahkan, dengan adanya berbagai temuan tersebut akhirnya diputuskan untuk melakukan penataan kembali terhadap pelaksanaan program MBG dalam satu bulan ke depan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
