Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » ‘Inga Inga’ Ting! Besok Pilhut di Tanah Malesung, Mari Jaga Kebersamaan yang Menjadi Kekuatan Masyarakat Minahasa

‘Inga Inga’ Ting! Besok Pilhut di Tanah Malesung, Mari Jaga Kebersamaan yang Menjadi Kekuatan Masyarakat Minahasa

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, INTANA.NEWS – Besok, pesta demokrasi di Tanah Malesung atau sebutan Minahasa, Sulawesi Utara bakal berlangsung.

Setidaknya terdapat 131 desa di berbagai kecamatan siap menggelar pemilihan Hukum Tua (Pilhut).

Peluncuran tahapan resmi telah dilakukan pada 17 Maret 2026 di Gedung Wale Ne Tou Tondano.

Asal tahu saja jabatan Hukum Tua di Minahasa dikenal sebagai sebuah posisi adat yang bergengsi, bernilai tinggi dan kerap menjadi dambaan banyak orang.

Jangan heran banyak pihak yang ingin menjadi Hukum Tua. Masuk akal memang karena hal itu mencerminkan betapa besarnya daya tarik dan kehormatan yang melekat pada posisi tersebut.

Apa itu Hukum Tua?

Hukum Tua adalah sebutan tradisional sekaligus gelar resmi untuk kepala desa di tanah Minahasa, Sulawesi Utara.

Kedudukannya sangat dihormati karena memegang tampuk kepemimpinan adat, sosial, dan pemerintahan.

Sebelum pembentukan desa modern, masyarakat Minahasa hidup berkelompok (walak) yang dipimpin oleh tokoh adat, walak, dan tonaas (pemimpin spiritual/perang).

Istilah Hukum Tua sendiri muncul dan disahkan pada masa pemerintahan kolonial Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Hukum ketika itu diartikan sebagai aturan atau pemimpin yang mengatur dan menegakkan tata tertib di suatu wilayah. Sedangkan Tua merujuk pada sosok yang dituakan, dihormati, dan memiliki kearifan lokal.

Secara historis, Hukum Tua bertindak lebih dari sekadar administrator desa. Ia adalah Pemangku Adat, Penjaga norma, penengah sengketa antar warga, dan pemimpin upacara adat.

Di masa awal terbentuknya, pemimpin harus mampu melindungi wilayahnya dari ancaman klan lain atau perburuan kepala (pengayauan).

Selain itu, Hukum Tua bisa dianggap sebagai simbol persatuan yang merekatkan sistem kerja sama tradisional yang disebut Mapalus (gotong royong).

Di era Kolonial dan Orde Baru jabatan Hukum Tua terus dipertahankan sebagai birokrasi pemerintahan paling bawah.

Sedangkan di era Otonomi Daerah, pemilihan Hukum Tua telah menjadi sistem pesta demokrasi rakyat yang sangat prestisius.

Di tingkat kabupaten seperti Kabupaten Minahasa, pemilihan serentak rutin digelar secara berkala di ratusan desa.

Posisi ini begitu dihormati sehingga proses pemilihannya kerap memicu semangat kompetisi yang tinggi di tengah masyarakat.

Salah satu desa di Kabupaten Minahasa yang menggelar pemilihan Hukum Tua adalah Desa Kamangta.

Ada empat kandidat di sana berdasarkan nomor urut satu – yakni Laurens R. Mandangie disusul nomor urut dua Nova A. Worotikan, lalu nomor urut tiga Jefferson Rorong dan nomor urut keempat Teddy Boudewyn Wewengkang.

Mereka pun sudah menyampaikan visi dan misi di hadapan masyarakat Desa Kamangta pada Kamis (11/6/2026) lalu.

Ada fenomena menarik di balik pemilihan calon Hukum Tua di Minahasa. Apa itu?

Di Minahasa dikenal dengan istilah ‘Sumakey’ atau jamuan makan bersama. Para kandidat bersaing menarik perhatian pemilihnya dengan ‘Sumakey’ tersebut.

Pesta jamuan makan bersama itu terasa afdol dengan speaker aktif besar dengan alunan musik yang luar biasa kerasnya. Warga yang datang pun asyik bersuka-ria.

Suasana kian marak dengan lampu kelap-kelip dengan pelbagai warna mencolok.

Memang asyik sih. Selain makan dengan sajian luar biasa. Warga pun bisa dansa-dansi. Ya anak muda hingga orang tua bahkan lansia.

Agaknya kebiasaan seperti ‘Sumakey’ sepertinya telah menjadi bagian dari budaya.

Namun lepas dari itu simak apa yang disampaikan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey seusai mengikuti ibadah Oikumene jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa di Wale Ne Tou Tondano pada Rabu (3/6/26).

Dia mengajak seluruh masyarakat menyambut pesta demokrasi tersebut dengan penuh kedewasaan.

“Mari kita menjaga persaudaraan, serta mengedepankan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Minahasa,” tuturnya.

Dia mengatakan, perbedaan pilihan dalam Pilhut merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan itu tidak boleh berkembang menjadi konflik yang dapat merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.

Sedangkan, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pemilihan Hukum Tua sebagai momentum memperkuat demokrasi di tingkat desa tanpa mengorbankan nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Minahasa.

“Pilhut adalah pesta demokrasi masyarakat desa yang harus kita sambut dengan sukacita dan kedewasaan. Siapa pun yang nantinya terpilih adalah pilihan rakyat yang harus dihormati bersama. Jangan karena perbedaan pilihan kemudian hubungan kekeluargaan dan persaudaraan menjadi renggang,” tuturnya.

Vanda juga mengingatkan para pendukung calon hukum tua untuk mengedepankan etika, menjaga ketertiban, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan selama seluruh tahapan Pilhut berlangsung. Mari tunjukkan bahwa masyarakat Minahasa adalah masyarakat yang dewasa dalam berdemokrasi, menjunjung tinggi kebersamaan, serta selalu mengutamakan kepentingan daerah di atas kepentingan kelompok maupun pribadi,” ia menegaskan.

Akhirnya pada 17 Juni 2026 adalah pesta demokrasi pemilihan Hukum Tua termasuk di Desa Kamangta. Siapa pun yang terpilih nanti harus dihormati. Karena itu pilihan rakyat dan itu pula sebenarnya esensi sebuah pesta demokrasi.

Perbedaan itu tidak boleh berkembang menjadi konflik yang dapat merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Minahasa sendiri telah mempersiapkan seluruh logistik dan tahapan agar pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa ini berjalan dengan transparan, lancar, dan kondusif.

Seluruh warga diimbau untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya demi menjaga persatuan di desa masing-masing.

Pastikan warga sudah menyiapkan kelengkapan identitas diri (seperti KTP) dan mengetahui lokasi tempat pemungutan suara.

Untuk informasi dan perkembangan terbaru, warga bisa memantau pengumuman resmi melalui Portal Berita Pemerintah Kabupaten Minahasa atau media sosial resmi Polres Minahasa.

Di atas semuanya itu ingat moto bahwa Torang Samua Basudara siapa pun itu.(nor)

 

  • Penulis: Norman Meoko

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koramil 1302-12 Belang Jalin Keakraban Lewat Nobar Piala Dunia 2026

    Koramil 1302-12 Belang Jalin Keakraban Lewat Nobar Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    MINAHASA TENGGARA, INTANA.NEWS — Personel Koramil 1302-12/Belang menggelar nonton bareng Piala Dunia bersama warga Desa Belang, Sabtu (27/6/2026). ​Selanjutnya, kegiatan nonton bersama yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut dilaksanakan secara santai di rumah Daud, warga setempat. ​Dalam agenda komunikasi sosial ini, sebanyak empat personel TNI membaur secara akrab bersama lima warga untuk menyaksikan pertandingan. ​Mereka […]

  • Bantah Isu Plagiat, Calon Rektor Unima Lolos Seleksi

    Bantah Isu Plagiat, Calon Rektor Unima Lolos Seleksi

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Isu dugaan plagiat yang sempat menyeret salah satu calon Rektor Universitas Negeri Manado (Unima), Dr. Joseph Philip Kambey, telah ditepis oleh pihak universitas. Ketua Senat dan Panitia Pemilihan Rektor (Pilek) Unima menyatakan bahwa hasil pemeriksaan berkas ketiga calon telah memenuhi semua syarat yang ditetapkan. Menurut Ketua Panitia Pilek, Dr. Joulanda Rawis, pihaknya telah […]

  • Isu Kereta Cepat Whoosh, Presiden Prabowo: Saya Bertanggung Jawab dan Jangan Dipolitisasi!

    Isu Kereta Cepat Whoosh, Presiden Prabowo: Saya Bertanggung Jawab dan Jangan Dipolitisasi!

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Polemik beban utang proyek kereta cepat Whoosh terus bergulir. Terkait hal itu, Presiden Prabowo Subianto meminta agar isu Whoosh tidak dipolitisasi dan masyarakat tidak terpancing oleh pihak-pihak yang ingin menimbulkan keresahan. “Jangan dipolitisasi. Jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak-pihak yang nggak tahu dari mana, yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat,” […]

  • Tutup TMMD ke-128, Kodim 1302 Minahasa Serahkan Proyek Infrastruktur Desa

    Tutup TMMD ke-128, Kodim 1302 Minahasa Serahkan Proyek Infrastruktur Desa

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    MITRA, INTANA.NEWS – Danrem 131/Santiago Brigjen Martin Susilo Martopo Turnip, memimpin upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1302/Minahasa di Lapangan Tababo Raya, Minahasa Tenggara (Mitra), Kamis (21/05/2026). Penutupan ini menandai rampungnya seluruh sasaran pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik di Kecamatan Belang. ​Rangkaian upacara penutupan ditandai dengan pembacaan laporan hasil kerja oleh […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can only […]

  • Kasus Korupsi Batu Bara, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Dukung Kortastipidkor Polri Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu

    Kasus Korupsi Batu Bara, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Dukung Kortastipidkor Polri Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah delapan lokasi, termasuk kafe de’Clan dan Koin Money Changer. Operasi itu bagian dari penyidikan atas tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi di antaranya kasus blackout batu bara PLN, Asabri-Jiwasraya, dan kasus penyelesaian utang PT CBS […]

expand_less