13 Jam Sisir Tombulu hingga Koka, Damkar Minahasa Pastikan Titik Api Padam Total
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa saat berada di lapangan untuk memastikan titik api benar-benar padam total di wilayah Koka dan sekitarnya. (Foto: Dok/istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.news – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa bersama tim gabungan mengerahkan personelnya secara maraton setelah kebakaran lahan melanda 10 titik secara serentak di sejumlah wilayah Minahasa, Jumat (18/9/2026) dini hari.
Kepala Dinas Damkar Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si., menyatakan bahwa penanganan di lapangan menuntut mobilitas tinggi karena petugas harus berpindah-pindah lokasi di tengah situasi darurat.
“Baru selesai di Jalan Manado, kemudian kembali lagi untuk memastikan api sudah mati total, dari jam 11:00 pagi sampai sekira 13 jam di Tombulu, Koka, dan Sawangan,” ujar Melky saat dikonfirmasi mengenai penanganan darurat tersebut.
Secara keseluruhan, operasi pemadaman ini memakan waktu hampir 19 jam, terhitung sejak pukul 02.15 Wita hingga pukul 20.37 Wita. Selain kebakaran lahan, amukan si jago merah turut melahap satu unit bangunan rumah tinggal di Desa Kamanta.
Berdasarkan data Damkar Minahasa, sepuluh titik kebakaran lahan dan vegetasi tersebut meliputi:
Kawasan Kali Pineleng
Jalur Koka dari Jalan Koka Manado hingga Perumahan Citraland
Wilayah Sawangan Tombulu (mencakup Perumahan Sawangan Bumi Asri dan Sawangan Permai)
Warembungan Makatete Pineleng
Raringis (Langoan Selatan)
Toraget (Langoan Utara)
Kembuan (Tondano Utara)
Kayuuran Atas (Langoan Selatan)
Satu unit bangunan rumah tinggal di Desa Kamanta
Untuk mengatasi sebaran titik api yang masif dan terjadi secara paralel, pengerahan armada dilakukan secara kolaboratif antardaerah.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Manado, satu unit dari Damkar Provinsi, serta satu unit dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa dikerahkan untuk memperkuat tim di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian material serta investigasi untuk memastikan penyebab pasti maraknya titik api di berbagai wilayah tersebut. (nes)

Saat ini belum ada komentar