Wabup Vanda Sarundajang: Kader Kesehatan Ujung Tombak Penanganan Stunting
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang (tengah) saat menyampaikan arahan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Dr. dr. Olviane I. Rattu (kiri) dan Asisten I Dr. Riviva Maringka (kanan) dalam kegiatan Penguatan Peran dan Pemberdayaan Kader Kesehatan di Manado Tateli Resort and Convention, Jumat (18/9/2026). (Foto: Melky)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, INTANA.NEWS — Kader kesehatan merupakan ujung tombak pembangunan kesehatan di daerah karena posisinya yang paling dekat dengan masyarakat.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyatakan hal itu saat membuka kegiatan Penguatan Peran dan Pemberdayaan Kader Kesehatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa di Manado Tateli Resort and Convention, Jumat (18/9/2026).
Ia berharap para kader tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan aktif mendampingi keluarga, mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Di hadapan para kader dari Kecamatan Kawangkoan Raya dan Sonder, yang hadir bersama Asisten I Dr. Riviva Maringka dan Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Dr. dr. Olviane I. Rattu, Wabup Vanda mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Penanganan masalah kesehatan, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, hingga pencegahan stunting, perlu dikoordinasikan secara erat dengan puskesmas serta pemerintah desa dan kelurahan.
Selain pendampingan, Vanda turut menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan data bagi para kader.
Ia mengingatkan agar data hasil kunjungan lapangan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan dianalisis untuk mengenali masalah dan merumuskan tindak lanjut yang tepat.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan fasilitas kesehatan secara bertahap.
Dari total 25 puskesmas di Minahasa, saat ini baru lima puskesmas yang memiliki layanan rawat inap.
Melalui para kader juga, pemkab menggencarkan sosialisasi program pemeriksaan kesehatan gratis agar dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Dr. dr. Olviane I. Rattu, M.Si., menegaskan pentingnya peran kader tersebut.
Melalui tema “Dari Kader untuk Keluarga, untuk Minahasa”, Olviane menilai para kader merupakan investasi sosial yang penting untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga tingkat keluarga. (nes)

Saat ini belum ada komentar