Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Pilihan » Rocky Gerung: Alangkah Elegan Jika Gibran Mengundurkan Diri dari Jabatannya sebagai Wapres untuk Cegah Amuk Massa

Rocky Gerung: Alangkah Elegan Jika Gibran Mengundurkan Diri dari Jabatannya sebagai Wapres untuk Cegah Amuk Massa

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka didesak untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya

Langkah drastis ini dinilai ampuh meredam ledakan kemarahan masyarakat yang terus memuncak akibat polemik ijazah.

Desakan itu disampaikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung seperti dikutip dari YouTube Akbar Faizal pada Jumat (9/10/026).

Selanjutnya disebutkan keputusan mundur tersebut juga menjadi benteng utama agar Presiden Prabowo Subianto tidak ikut terseret dalam pusaran kontroversi legimitas pasangan kepemimpinannya.

Dikatakannya, publik saat ini menuntut kejelasan hukum dan keabsahan kualifikasi pendidikan sang wakil presiden.

“Alangkah elegannya kalau Gibran mengundurkan diri. Untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah Presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal,” tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa lembaga pengawal konstitusi dinilai telah menggeser panggung persoalan hukum ini menjadi komoditas politik yang sangat panas.

“Pembahasan isu kualifikasi pendidikan kini secara otomatis berpindah ke tangan para wakil rakyat di Senayan. DPR kini memegang kendali penuh untuk menindaklanjuti gelombang keresahan masyarakat setelah putusan resmi dibacakan. Parlemen diharapkan tidak mengabaikan tuntutan publik yang terus mencuat,” ucapnya.

Rocky Gerung meminta masyarakat tetap menahan diri dan menjaga ketertiban agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan fisik di jalanan. Tekanan politik harus tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Kekecewaan kolektif warga terkait keabsahan dokumen pendidikan keluarga mantan Presiden Jokowi berisiko memicu sanksi sosial yang massif. Amarah publik mengancam keberlangsungan dinasti politik tersebut,” ia menambahkan.(nor)

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less