Air Mata Haru di Desa Panasen, Saat Kemenangan Menjadi Milik Bersama
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Riuh rendah sorak-sorai seketika pecah di Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Rabu, 17 Juni 2026, malam, menjadi hari bersejarah yang menguras emosi warga setempat.
Begitu angka terakhir dalam penghitungan suara Pemilihan Hukum Tua (Kepala Desa) dibacakan, ketegangan yang membubung sejak pagi langsung mencair menjadi luapan kegembiraan.

Suasana pemilihan hukum tua, terlihat kedua calon didampingi isteri duduk berdampingan. (Foto:istimewa)
Namun, di tengah gemuruh tepuk tangan dan teriakan kemenangan para pendukung, ada pemandangan lain yang menyentuh hati.
Beberapa warga tampak tertunduk, bukan karena kecewa, melainkan karena air mata haru yang tak terbendung.
Suasana semakin sarat emosi saat pandangan tertuju pada istri dari Leo Steven Tikoh, ST. Air matanya meleleh membasahi pipi.
Tangisnya pecah seakan menjadi muara dari seluruh rasa lelah, doa-doa yang dipanjatkan, dan harapan besar yang akhirnya terjawab.

Suasana seusai penghitungan suara. (Foto :Schreenshot)
Pelukan hangat dari keluarga dan pendukung setianya mengiringi momen tersebut, menandai babak baru kepemimpinan di desa mereka.
Persaingan dalam Pemilihan Hukum Tua Desa Panasen kali ini berlangsung ketat namun tetap sehat.
Dua putra terbaik desa berdiri sebagai pilihan warga.
Berdasarkan hasil penghitungan akhir yang sah, sang petahana, Leo Steven Tikoh, ST yang memegang nomor urut 2, berhasil unggul dengan perolehan 552 suara.
Sementara rivalnya, Draimond Martin Kalumata yang memegang nomor urut 1, mengantongi 422 suara.
Dalam kontestasi ini, tercatat hanya ada 2 suara yang dinyatakan tidak sah dari seluruh masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya.
Dengan kemenangan ini, Leo Steven Tikoh kembali dipercaya warga untuk menakhodai Desa Panasen.
Meski berada di puncak keunggulan, tidak ada kesombongan yang tampak dari tutur katanya.
Ia mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Panasen.
“Terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Panasen, baik yang telah memberikan amanah ini maupun yang belum,” ujarnya.
Kompetisi telah usai, kini lanjut dia, saatnya kita berjalan bergandengan tangan, bersatu padu merajut masa depan untuk membangun desa yang sangat kita cintai.
“Ini bukan sekadar kemenangan saya, ini adalah kemenangan kedewasaan demokrasi yang ditunjukkan oleh seluruh warga Panasen,” ungkap Tikoh
Ia juga tidak lupa melayangkan pujian dan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan yang Maha Besar atas berkat dan tuntunan-Nya selama proses pemilihan.
Rasa terima kasih yang tulus juga ia sampaikan kepada jajaran TNI, Polri, pihak Kecamatan, serta instansi terkait yang telah menjaga kondusivitas keamanan.
Tak lupa, apresiasi dan terima kasih ia berikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras di lapangan, serta Pemerintah Kabupaten Minahasa yang sukses memfasilitasi jalannya pesta demokrasi ini dengan sangat baik.
Hari itu, Desa Panasen tidak hanya berhasil memilih pemimpin mereka untuk periode mendatang, tetapi juga sukses memberi contoh tentang bagaimana sebuah kontestasi politik bisa berakhir dengan pelukan, air mata bahagia, dan persatuan yang kembali erat.
Selamat bekerja kembali, Hukum Tua Leo Steven Tikoh, ST. (*)
- Penulis: Anes Walean
