Beredar Kabar Prabowo Batalkan Kunjungan ke Italia, Qodari Bantah dan Luruskan Jadwal Resmi Hanya ke Prancis
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M Qodari.(Foto:Dok/CNBC Indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungannya ke Italia. Hal itu langsung dibantah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M Qodari di Jakarta pada Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, kunjungan Presiden Prabowo yang sudah terjadwal hanya ke Prancis.
“Yang pertama, sejak awal tidak ada statement Pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis,” tuturnya.
Tentang negara tujuan lain yang selama ini beredar baru hanya sebatas rencana sehingga dipastikan belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut.
Mengenai kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, Qodari mengatakan bahwa hal itu sebenarnya sudah lama diungkapkan oleh Menlu Sugiono.
“Kunjungan ini merupakan balasan atas kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada 2025 lalu,” dia menyebutkan.
Ia menjelaskan, dalam kunjungan ke Prancis tersebut beberapa target kerja sama disepakati di antaranya sektor pertahanan, pendidikan hingga bidang energi.
Dalam kesempatan itu, Qodari menyatakan bahwa Presiden Prabowo merupakan figur Presiden yang unik di kancah internasional. Hal itu lantaran ia bisa mempunyai hubungan baik dengan para pemimpin negara-negara besar yang selama ini menjadi kekuatan utama dunia.
“Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya. Beliau punya hubungan yang baik dengan Presiden Putin dari Rusia, dengan Presiden Donald Trump dari AS, maupun dengan Xi Jinping dari RRC,” ia menambahkan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
