Pengecatan MCK Watuliney, Langkah TMMD Perkuat Sanitasi di Pelosok Minahasa Tenggara
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 25 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA TENGGARA, INTANA.NEWS – Warna dinding bangunan itu kini berubah cerah. Personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1302/Minahasa melakukan pengecatan fasilitas MCK di Desa Watuliney, Minahasa Tenggara, Jumat (15/5/2026).
Langkah ini menjadi tahap akhir pembangunan fisik dalam rangkaian program TMMD untuk menjamin akses sanitasi layak di wilayah pedesaan.
Pekerjaan ini bukan sekadar memoles dinding dengan kuas. Pengecatan adalah simbol tuntasnya misi infrastruktur dasar dalam program TMMD.
Sejak pagi, para prajurit teliti melabur warna. Mereka memastikan setiap sudut bangunan tertutup sempurna.
Fasilitas ini harus rapi agar warga nyaman menggunakannya.
Pembangunan sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) melalui TMMD merupakan jawaban atas masalah kesehatan lingkungan.
Sebelumnya, akses sanitasi di Watuliney memerlukan perhatian serius. Kini, bangunan tersebut berdiri kokoh.
Kualitas hidup masyarakat diharapkan meningkat seiring rampungnya proyek strategis TNI ini.
TMMD memang dirancang untuk mengakselerasi pembangunan di daerah tertinggal.
Program ini mengintegrasikan kekuatan TNI dengan kebutuhan mendasar masyarakat.
TNI hadir melalui TMMD untuk menutup celah infrastruktur yang belum terjangkau anggaran reguler. Semangat gotong royong menjadi mesin utama penggerak kegiatan ini.
Bupati Minahasa Tenggara memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi TMMD ini.
Menurutnya, intervensi TNI sangat membantu pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan.
Akselerasi fisik dan non-fisik dirasakan langsung oleh warga desa. Bupati menilai TMMD adalah model efektif membangun daerah dari pinggiran.
”Program TMMD ini adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan warga. Lingkungan yang bersih adalah kunci produktivitas,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah upaya merawat nilai kebersamaan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat pedesaan.
TMMD ke-128 membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat masih sangat relevan.
Tidak hanya membangun beton, program ini memperkuat ketahanan wilayah melalui kesejahteraan.
Watuliney kini memiliki wajah baru yang lebih sehat. Semua berawal dari kerja keras TMMD dan sedikit sapuan cat di dinding MCK. (*)
- Penulis: Anes Walean
