Dampak Pariwisata Sulut 2026: Kunjungan ke Minahasa Tembus 201 Ribu Perjalanan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Kabupaten Minahasa menjadi salah satu motor penggerak utama lonjakan pariwisata Sulawesi Utara pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 201.728 perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju Minahasa selama Januari 2026.
Angka ini menempatkan Minahasa sebagai destinasi terpopuler kedua di Sulawesi Utara setelah Kota Manado.
Capaian tersebut selaras dengan tren positif kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tingkat provinsi sebesar 34,61 persen.
Kontribusi Minahasa terhadap Ekonomi Regional
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK), terus mendorong pemerataan destinasi berbasis kabupaten.
Fokus ini bertujuan agar perputaran ekonomi tidak hanya berpusat di ibu kota provinsi. Hasilnya, Minahasa kini menyumbang porsi signifikan dari total 1,2 juta perjalanan domestik di Sulut.
”Distribusi wisatawan kini semakin merata ke daerah-daerah penopang seperti Minahasa,” tulis laporan perkembangan pariwisata Sulut periode Maret 2026.
Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi penguatan ekonomi kerakyatan yang dicanangkan oleh pasangan YSK-Victor Mailangkay.
Optimalisasi Wisata Alam dan Budaya
Konektivitas yang semakin baik dari Bandara Sam Ratulangi memudahkan akses wisatawan menuju objek wisata di Minahasa.
Wisatawan asal Tiongkok dan Korea Selatan, yang mendominasi kunjungan wisman, mulai melirik potensi wisata alam dan sejarah di tanah Minahasa.
Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa terus bersinergi memperbaiki kualitas akomodasi.
Secara umum, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Utara naik menjadi 40,32 persen. Peningkatan ini juga diikuti oleh rata-rata lama menginap tamu asing yang mencapai 2,40 hari.
Proyeksi Pertumbuhan Inklusif
Capaian pada Januari 2026 ini menjadi modal penting bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Gubernur YSK berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui data ini, Minahasa terbukti memiliki daya saing tinggi dalam menarik minat pelancong nasional maupun internasional. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar