Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Pilihan » Kompolnas Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual di Balik Kericuhan 27 Agustus 2026 di Jakarta

Kompolnas Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual di Balik Kericuhan 27 Agustus 2026 di Jakarta

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Siapa aktor intelektual di balik kericuhan 27 Agustus 2026 yang terjadi di Jakarta?

Hingga kini pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan adanya aktor intelektual termasuk penyandang dana serta penggerak massa di balik kericuhan tersebut.

Terkait hal itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam menyebutkan bahwa pihak Polda Metro Jaya diharapkan dapat mengungkap aktor intelektual itu.

“Iya, kami Kompolnas tetap mendorong Polda Metro untuk membongkar siapa aktor intelektual di balik peristiwa tanggal 27 kemarin. Khususnya yang di malam hari,” katanya dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (3/9/2026).

Selanjutnya dia mengemukakan, pengungkapan aktor intelektual itu sangat diperlukan guna mengetahui secara menyeluruh pihak yang berada di balik peristiwa tersebut, khususnya kericuhan pada malam hari.

Pada bagian lain, ia menuturkan bahwa peristiwa 27 Agustus ternyata memiliki kemiripan dengan peristiwa yang terjadi pada 2025. Karena itu pihak kepolisian harus mendalaminya.

“Pendalaman tidak hanya perlu diarahkan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga mencakup dugaan mobilisasi massa dan pendanaan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Kita bisa belajar dari peristiwa 2025 lalu,” ujarnya.

Choirul Anam memuji langkah Polda Metro Jaya merilis dua sketsa pria yang diduga berkaitan dengan kasus pengeroyokan atau penganiayaan terhadap seorang penjual cermin Bambang Setiyawan yang tewas dalam kericuhan pascademo di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8/2026).

“Kompolnas meminta penanganan perkara perlu diikuti dengan pendalaman terhadap dugaan pihak yang berada di balik mobilisasi massa dan pendanaan. Kami akan terus mengawasi proses penanganan perkara tersebut agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Negara tidak boleh kalah, negara harus hadir,” ia menambahkan.(nor)

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less