Pemprov Sulut Aktifkan Posko Darurat Pascagempa Magnitudo 7,6
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi Magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026).
Gubernur Yulius Selvanus memimpin langsung langkah strategis untuk merespons bencana tersebut.
Gempa berkekuatan besar mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi.
Pusat gempa berada di laut, tepatnya 129 kilometer tenggara Kota Bitung. Getaran ini sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG.
Kenaikan permukaan air laut terdeteksi di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter. Sementara itu, wilayah Bitung mencatat kenaikan air sebesar 0,2 meter.
Hingga kini, otoritas melaporkan satu warga meninggal dunia di Kelurahan Sario Utara, Manado. Korban tersebut wafat akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.
Gubernur Yulius Selvanus segera mengaktifkan Posko Tanggap Darurat. Pemprov Sulut juga memfungsikan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Fasilitas ini memantau situasi terkini secara real-time di seluruh wilayah.
Selanjutnya, pemerintah melakukan koordinasi intensif dengan BMKG dan BNPB. Sinergi ini melibatkan BPBD tingkat kabupaten serta unsur TNI/Polri.
Kerja sama ini bertujuan memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar.
Pemerintah menginstruksikan evakuasi masyarakat di wilayah pesisir ke titik aman. Pemkab dan Pemkot wajib menyediakan tempat pengungsian yang layak bagi warga.
Saat ini, petugas sedang melakukan pendataan masif terhadap kerusakan infrastruktur.
Laporan awal menunjukkan kerusakan pada beberapa fasilitas publik penting. Kerusakan terjadi di Kantor Walikota Manado dan RS Bethesda Tomohon.
Selain itu, gempa merusak bangunan gereja serta rumah penduduk di Minahasa dan Bitung.
”Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu liar,” ujar Gubernur Yulius.
Gubernur telah melaporkan kondisi bencana ini kepada Menteri Dalam Negeri RI. Ia juga menginstruksikan jajaran untuk membantu keluarga korban yang meninggal dunia.
Pemprov berkomitmen mempercepat proses pemulihan infrastruktur di 15 kabupaten/kota terdampak. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar