Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Posisi Penyeimbang Kembali Diusik, Politisi Deddy Sitorus: Tolong Jangan Adu Domba PDI Perjuangan dengan Rakyat

Posisi Penyeimbang Kembali Diusik, Politisi Deddy Sitorus: Tolong Jangan Adu Domba PDI Perjuangan dengan Rakyat

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Lagi-lagi posisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai penyeimbang dipersoalan. Kali ini datang dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrat.

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus langsung bersuara terkait hal itu.

Kepada awak media pada Minggu (21/6/2026), Deddy Sitorus mengaku heran dengan sikap Partai Golkar dan Partai Demokrat.

“Memang mengherankan sikap mereka ini. Apakah memang ingin banget PDI Perjuangan juga punya menteri di kabinet, baru merasa tenang karena kurang pede atau bagaimana?” katanya.

Kemungkinan, lanjut dia ada situasi yang kurang nyaman di internal partai-partai koalisi pemerintahan sehingga posisi PDIP belakangan ini dipersoalkan.

“Ada indikasi partai-partai tersebut ingin mengadu domba PDI Perjuangan dengan rakyat atau presiden,” dia mengungkapkan.

Dia menyatakan kalau partai-partai koalisi ingin keluar saja dari pemerintahan ya jangan bikin isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan,” tuturnya.

Ia selanjutnya mengemukakan, sebaiknya partai-partai koalisi pemerintahan fokus membantu pemerintahan Presiden Prabowo yang tengah berjalan karena perlu konsentrasi tinggi menuntaskan persoalan rakyat.

“Saya meminta Golkar hingga Demokrat untuk mengurus partai sendiri. Sangat tak etis mengurusi internal PDIP yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri tersebut. Jangan sampai nanti kalah sama partai pendatang baru. Itu lebih baik dari pada ngurusi internal PDI Perjuangan,” Deddy menambahkan.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSCM Rilis Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus, Disebutkan Terjadi Kekurangan Aliran Darah di Bawah Mata

    RSCM Rilis Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus, Disebutkan Terjadi Kekurangan Aliran Darah di Bawah Mata

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta pada Kamis (26/3/2026) merilis kondisi terkini aktivis KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras diduga dilakukan empat anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Kamis (26/3/2026) menjelaskan, […]

  • Pimpin Upacara Praspa TNI-Polri, Prabowo: Seorang Perwira Kehilangan Kehormatannya Ketika Khianati Rakyat

    Pimpin Upacara Praspa TNI-Polri, Prabowo: Seorang Perwira Kehilangan Kehormatannya Ketika Khianati Rakyat

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026) memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2026 yang digelar di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta. Dalam upacara itu sebanyak 1.177 calon perwira remaja (capraja) resmi dilantik yang terdiri dari 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan […]

  • Beredar di Media Sosial Letjen TNI Djon Afriandi Gampar Orang Istana, Kopassus Sebut Itu Hoaks!

    Beredar di Media Sosial Letjen TNI Djon Afriandi Gampar Orang Istana, Kopassus Sebut Itu Hoaks!

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Beberapa hari ini beredar isu di media sosial yang menyebutkan bahwa Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi ribut dengan pihak protokol Istana. Dalam isu yang beredar itu dituliskan Letjen TNI Djon Afriandi yang pernah menjabat Danjen  Komando Pasukan Khusus (Kopassus) melakukan penamparan. Dalam video seperti dikutip pada Selasa (21/4/2026) pihak Kopassus memastikan informasi itu […]

  • Lapas Tondano Gelar Penanaman Padi Dukung Ketahanan Pangan

    Lapas Tondano Gelar Penanaman Padi Dukung Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano menggelar kegiatan penanaman padi yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) asimilasi, Rabu 15/1/2024). Kegiatan ini dilakukan dengan pendampingan petugas Lapas, termasuk Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binapi dan Giatja), Rocky Wajong. Kegiatan penanaman padi ini merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden dan 13 Program […]

  • Alunan Musik Bambu Iringi Pelepasan Purna Tugas Prajurit Kodim 1302/Minahasa

    Alunan Musik Bambu Iringi Pelepasan Purna Tugas Prajurit Kodim 1302/Minahasa

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Anes Walean
    • 0Komentar

    TONDANO, INTANA.NEWS – Komando Distrik Militer (Kodim) 1302/Minahasa menggelar acara syukuran purna tugas dan pra-purna tugas bagi sejumlah personel di Aula Makodim, Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2026). Alunan musik bambu tradisional khas Minahasa menjadi pengiring utama dalam seremoni pelepasan prajurit yang telah menuntaskan masa pengabdian mereka. Komandan Kodim 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S., hadir […]

  • Sidang Pledoi di Tipikor Jakarta, Nadiem: Dapat Bintang Mahaputera Adipradana Tetapi Negara Hadiahkan Jeruji Besi

    Sidang Pledoi di Tipikor Jakarta, Nadiem: Dapat Bintang Mahaputera Adipradana Tetapi Negara Hadiahkan Jeruji Besi

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pada Selasa (2/6/2026) menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sebelum membacakan pleidoi, Nadiem menyatakan dirinya kecewa berat setelah menjalani pengabdian di pemerintahan. Katanya, penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana yang pernah diterimanya lalu membandingkannya dengan proses hukum yang […]

expand_less