Satu Periode Lagi untuk Desa Tampusu
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- visibility 148
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Arnold Ponamon sudah memantapkan hati. Dia resmi mendaftar kembali.
Di hari terakhir pendaftaran itu, 20 April 2026, namanya masuk dalam bursa bakal calon Hukum Tua Desa Tampusu.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Statusnya sekarang: petahana. Incumbent. Orang yang sudah tahu persis lekuk-lekuk urusan desa.
Lihatlah foto itu. Arnold berdiri tegak di samping istrinya. Ada ketenangan di sana. Bukan sekadar foto protokoler, tapi simbol dukungan penuh dari “benteng” terdekatnya.
Dalam politik tingkat desa, restu istri adalah modal utama. Jika rumah tangga sudah selaras, mengurus desa tinggal melanjutkan irama.
Lalu, tengok pula foto keluarganya. Lengkap. Ada istri dan anak-anak. Di situ kita melihat sisi lain seorang Hukum Tua: seorang ayah dan kepala keluarga.

Arnold Ponamon bersama keluarganya. (Foto: Dok/ist)
Foto itu bicara banyak tanpa perlu banyak kata. Arnold ingin menunjukkan bahwa kepemimpinannya di Tampusu adalah cerminan dari caranya menjaga keluarga. Hangat, mengayomi, dan stabil.
Bagi Arnold, Jumat (1/5/2026) ini bukan sekadar hari biasa. Ini adalah titik awal pengabdian jilid dua.
Kenapa harus lanjut? Karena membangun desa tak bisa setengah jalan. Ada program yang sedang berlari, ada kesejahteraan yang harus dijaga keberlanjutannya.
Arnold sudah membuktikannya di periode sebelumnya. Dia tidak sedang berjanji, dia sedang menawarkan kelanjutan dari apa yang sudah ia kerjakan.
Pilihan kini ada di tangan warga Tampusu. Mau ganti nahkoda di tengah jalan, atau membiarkan kapten yang sudah berpengalaman ini membawa kapal sampai ke tujuan akhir?
Arnold sudah siap. Keluarga sudah mendukung. Desa Tampusu menunggu kelanjutan ceritanya. (nes)
- Penulis: Anes Walean
