PT Ophtha Esa Jaya Tanggung Iuran JKN 250 Warga Kembuan Lewat CSR
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Sektor swasta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PT Ophtha Esa Jaya (Klinik Mata Tondano) Tanggung Iuran JKN 250 Warga Kembuan Lewat CSR
Ophtha Esa Jaya menyalurkan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 250 warga Desa Kembuan.
Langkah ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang terkendala biaya kepesertaan.
Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, menyerahkan bantuan tersebut secara langsung, Selasa (5/5/2026).
Ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Dr. Lynda Watania dan pihak BPJS Kesehatan Cabang Tondano.

Bantuan menyasar warga kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas III.
Hukum Tua Kembuan, Olke Walalangi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif perusahaan tersebut.
Menurutnya, banyak warga sebelumnya memiliki kepesertaan yang sudah tidak aktif lagi.
Masalah tunggakan iuran sering menjadi kendala utama warga dalam mengakses layanan medis.
”Program ini sangat membantu masyarakat kami. Sekarang mereka bisa merasa lebih aman saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Olke.
Keaktifan status JKN memastikan warga mendapatkan proteksi kesehatan tanpa beban finansial mendadak.
Perwakilan PT Ophtha Esa Jaya menegaskan bahwa donasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Mereka berkomitmen untuk terus berbagi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Perusahaan berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima.
”Kami ingin masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih baik,” ungkap perwakilan PT Ophtha Esa Jaya.
Sinergi ini juga menjadi bentuk dukungan swasta terhadap program strategis pemerintah pusat.
BPJS Kesehatan Cabang Tondano menyambut baik kolaborasi antara badan usaha dan pemerintah desa ini.
Kepala Bagian Kepesertaan, Claudia Talibonso, menyebut kerja sama ini sangat krusial.
Hal tersebut mempercepat pencapaian cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).
”Kolaborasi seperti ini sangat kami apresiasi. Ini langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Claudia.
Senada dengan itu, Gladies Eman dari bagian Komunikasi BPJS berharap langkah ini menjadi inspirasi.
Ia mengajak lebih banyak badan usaha untuk terlibat dalam program serupa.
Melalui kolaborasi ini, Minahasa semakin memperkuat fondasi jaminan kesehatan yang inklusif.
Pemerintah daerah memastikan setiap warga, tanpa kecuali, mendapatkan hak perlindungan kesehatan yang layak. (nes)
- Penulis: Anes Walean
