Ketika Personel Kodim 1302/Minahasa dan Warga Watuliney Duduk Berdampingan di GMIM Exodus
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MITRA, INTANA.NEWS – Hari Minggu ini, suasana GMIM Exodus di Desa Watuliney terasa berbeda.
Personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1302/Minahasa hadir di sana.
Mereka berbaur dengan warga Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara. Para tentara ini mengikuti ibadah Minggu bersama masyarakat setempat.
Program TMMD memang fokus pada pembangunan fisik. Namun, aspek sosial dan hubungan kemasyarakatan juga menjadi prioritas penting.
Oleh karena itu, Satgas hadir untuk beribadah dan membangun komunikasi dengan warga.
Ibadah bersama ini menjadi sarana yang tepat untuk mencairkan kekakuan.
Melalui kegiatan tersebut, sekat antara tentara dan sipil seketika runtuh.
Jemaat gereja menyambut hangat kehadiran para pria berseragam loreng tersebut.
Saat doa mulai dinaikkan, ketegasan seragam militer seolah luruh dalam keheningan rumah Tuhan.
Momen ini menjadi bukti nyata bahwa sejauh apa pun melangkah untuk mengabdi, para prajurit tetaplah manusia biasa yang butuh bersandar pada Sang Pencipta.
Di sinilah hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama melebur tanpa sekat, merajut sebuah ikatan batin yang tulus.
”Kebersamaan di rumah ibadah ini membuat kami merasa sangat dekat dengan TNI,” ujar salah satu warga. (*)
- Penulis: Anes Walean
