PDI Perjuangan Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila, Hasto: Era Jokowi Indonesia Jadi Negara Otoriter Populis
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto.(Foto:Dok/gesuri.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Partai PDIP, Jakarta pada Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara blak-blakan menyebutkan bahwa periode kedua Presiden Jokowi telah mengubah Indonesia menjadi negara otoriter populis.
“Terlebih pada periode kedua Presiden Jokowi, Indonesia berubah menjadi negara otoriter yang populis,” katanya.
Selanjutnya dibeberkan, selama pemerintahan akhir Jokowi sistem hukum menjadi tunduk pada kekuasaan.
Parahnya lagi, dia melanjutkan aparat penegak hukum dan seluruh aparatur negara telah diturunkan derajatnya menjadi alat mobilisasi elektoral dan pelindung elit kekuasaan.
Hasto mengungkapkan kondisi itu terjadi pada Pemilu 2024 lalu. Terkait hal itu, dalam Rakernas, PDI Perjuangan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perubahan watak kekuasaan akibat ambisi kekuasaan tersebut.
Ia menambahkan, perubahan watak hukum ini menimbulkan berbagai kasus kriminalisasi politik hukum. Padahal, sistem hukum yang berkeadilan adalah fondasi pokok. Karena tanpa hukum yang berkeadilan maka semua menjadi mahal dan penuh ketidakpastian.(*)
- Penulis: Norman Meoko
