Dugaan Kampanye Staf Khusus Uji Netralitas Pilhut Minahasa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Dugaan keterlibatan Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Christian Yokung dalam pemilihan hukum tua di Desa Tolok Satu, Tompaso, Minahasa, menjadi ujian krusial bagi netralitas lingkaran kekuasaan.
Peristiwa ini memantik kembali perdebatan mengenai batasan etis pejabat publik dalam kontestasi politik lokal.
”Netralitas pesta demokrasi justru seperti dicoreng oleh orang yang berada di lingkaran pemerintah sendiri,” kata warga Minahasa, Romario L.
Indikasi ketidaknetralan tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial Facebook.
Di dalam rekaman itu, Christian secara terbuka mengarahkan dukungan warga kepada salah satu calon hukum tua (kepala desa).
Tuduhan intervensi kian menguat karena ia melekatkan status jabatannya serta mencatut nama Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, saat berbicara di hadapan warga.
Akibatnya, gelombang kritik dari publik tidak terhindarkan.
Tindakan mobilisasi tersebut dinilai menyalahgunakan pengaruh kekuasaan untuk memengaruhi pilihan masyarakat di tingkat akar rumput.
Selain itu, manuver politik ini dilakukan sebelum jadwal kampanye resmi dimulai, sehingga memicu mosi tidak percaya terhadap jalannya proses demokrasi yang sehat.
Oleh karena itu, publik kini mendesak adanya pengawasan ketat dan sanksi tegas demi menjaga marwah institusi pemerintahan.
Komitmen netralitas pemda dan aparat keamanan kini dipertaruhkan dalam menjamin pilhut yang jujur.
Sementara itu, Christian Yokung bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara masih memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi. (*)
- Penulis: Anes Walean
