Lewat ‘Sepak Bola Gembira’, Babinsa Koramil 1302-02/Eris Jaga Kondusivitas Desa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Menjaga stabilitas dan keamanan wilayah tidak selamanya harus dilakukan melalui patroli formal atau pengamanan ketat.
Pendekatan persuasif dan rekreatif justru sering kali lebih efektif dalam menyerap aspirasi sekaligus meredam potensi gangguan kamtibmas di tingkat desa.
Langkah humanis inilah yang dipraktikkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1302-02/Eris, Sertu Deni.
Memanfaatkan momentum demam Piala Dunia 2026, ia nonton bareng (nobar) bersama warga di Desa Toliang Oki, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Sabtu (13/6/2026).
Mengusung tema “Sepak Bola Gembira”, suasana di lokasi nobar terlihat cair dan penuh keakraban.
Warga dari berbagai usia berkumpul dan membaur bersama aparat TNI, melepaskan sekat formalitas demi mendukung tim sepak bola kesayangan masing-masing.
Sertu Deni mengungkapkan, forum informal seperti nonton bareng ini merupakan bagian dari metode Komunikasi Sosial (Komsos) yang sangat strategis.
Menurutnya, dalam suasana yang santai, masyarakat menjadi lebih terbuka untuk berkomunikasi dan menyampaikan perkembangan situasi di lingkungannya.
”Melalui ‘Sepak Bola Gembira’ ini, kita tidak hanya mencari hiburan, tetapi yang utama adalah merawat silaturahmi. Ketika hubungan batin antara Babinsa dan warga sudah erat, maka koordinasi untuk menjaga kondusivitas dan keamanan desa akan jauh lebih mudah dilakukan,” ujar Sertu Deni.
Pendekatan lapangan yang dilakukan Koramil 1302-02/Eris ini mendapat respons positif dari tokoh dan masyarakat setempat.
Kehadiran TNI di tengah warga memberikan rasa aman, sekaligus memastikan acara nonton bareng yang memicu euforia massa tetap berjalan tertib.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, seluruh rangkaian acara nobar di Desa Toliang Oki berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Warga kemudian membubarkan diri secara teratur dengan situasi wilayah yang tetap terjaga kondusif. (nes)
- Penulis: Anes Walean
