Anggaran Makan Bergizi Gratis Tahun Depan Turun Jadi Rp 174 Triliun, Banggar DPR: Tergantung Ketuk Palu!
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.(Foto:Dok/unicef/org)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun depan dipastikan turun menjadi tinggal Rp 174 triliun.
Penurunan anggaran itu setelah menghitung pemangkasan beberapa pos seperti moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga penghentian MBG pada hari libur.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Said Abdullah menyatakan hal itu di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Senin (6/7/2026).
“Kalau MBG, pasti turun. Anggaran MBG tahun 2027 pun diprediksi dipangkas menjadi Rp 174 triliun. Yang pertama, kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Oke, satu. Kemudian yang kedua, kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita,” tuturnya.
Dia memastikan bahwa walau anggaran MBG dipangkas tetapi kualitas MBG akan tetap terjaga.
“Yang penting menjaga kualitas. Pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga,”
Namun, Said menyebut, bahwa ini adalah pemangkasan anggaran yang cukup tinggi.“Kalau dari Rp 268 triliun ke Rp 174 triliun ya tinggi,lah (turunnya),” tegasnya.”
Namun, Said Abdullah menambahkan, angka itu bukan final. Karena menunggu di bulan September saat ketuk paku.”Masa Banggar sendiri yang ketok? Kan harus sama pemerintah,” ia menyatakan.(*)
- Penulis: Norman Meoko
