Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino, Dinkes Minahasa Bagikan 5 Tips Cegah Dehidrasi dan Kanker Kulit
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Dr. dr. Olviane Imelda Rattu, M.Si. (Foto: Dok/intana.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa bergerak cepat merespons ancaman cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino.
Melalui langkah preventif, instansi kesehatan daerah ini membagikan panduan komprehensif bagi masyarakat guna menekan risiko gangguan kesehatan serius, mulai dari dehidrasi akut hingga potensi kanker kulit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Dr. dr. Olviane Imelda Rattu, M.Si., menegaskan bahwa perubahan cuaca yang ekstrem menuntut kesadaran tinggi dari setiap individu untuk mengubah pola hidup sehari-hari agar tetap adaptif dan terlindungi.
“Masyarakat harus terus mengedepankan pola hidup sehat di tengah kondisi cuaca panas yang cukup panjang ini. Kita tidak melarang untuk bekerja, tetapi ada penyesuaian waktu dan cara melindungi diri yang wajib diperhatikan,” ujar dr. Olviane.
5 Tips Utama Kesehatan Hadapi El Nino
Guna menangkal dampak buruk paparan sinar matahari terik dan polusi debu musim kemarau, Dinkes Minahasa memberikan lima langkah penting yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat:
1. Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Pada Jam Puncak Masyarakat dianjurkan menghindari aktivitas di luar ruangan pada rentang pukul 10.00 hingga 15.00 WITA.
Pada jam-jam tersebut, intensitas sinar ultraviolet (UV) mencapai titik tertinggi yang berpotensi memicu kerusakan kulit, termasuk risiko jangka panjang seperti kanker kulit.
2. Cegah Dehidrasi dengan Konsumsi Air yang Tepat
Tingginya tingkat penguapan tubuh saat cuaca panas memerlukan manajemen cairan yang baik.
Warga disarankan mencukupi kebutuhan air putih sebanyak 2 hingga 2,5 liter per hari.
Konsumsi cairan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan frekuensi lebih sering dan porsi yang ditingkatkan agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan.
3. Lindungi Saluran Pernapasan dan Kulit dengan Masker Musim
Kemarau sering kali memicu peningkatan debu jalanan.
Penggunaan masker sangat diwajibkan bagi kelompok rentan, seperti anak balita, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta masyarakat yang sedang kurang fit atau mengalami gejala batuk dan flu, guna menghindari paparan polusi dan penularan penyakit.
4. Pertahankan Nutrisi Seimbang (4 Sehat 5 Sempurna)
Daya tahan tubuh wajib dijaga dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, serta buah-buahan.
Penambahan susu serta sumber nutrisi pelengkap lainnya sangat dianjurkan untuk mengoptimalkan kebugaran fisik dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
5. Pilih Olahraga Ringan
Aktivitas fisik tidak boleh ditinggalkan, namun intensitasnya perlu diturunkan.
Warga disarankan cukup melakukan olahraga ringan selama 30 menit hingga satu jam setiap harinya, tanpa harus memaksakan latihan berat.
Sebagai bentuk perlindungan optimal kepada publik, Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa telah menginstruksikan seluruh jajaran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk menggencarkan edukasi dengan memegang teguh prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati”.
Selain itu, pemerintah daerah memastikan bahwa ketersediaan logistik pendukung, seperti stok masker di gudang dinas, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat yang memerlukan melalui Puskesmas terdekat.
”Stok masker di gudang kami sangat mencukupi dan sedang dalam proses distribusi. Masyarakat tidak perlu panik, silakan manfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, dan tetap jaga kesehatan serta kelola stres di tengah musim panas ini,” tutup dr. Olviane. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar