Lembaran Baru Kasih Sarah Dondokambey dan Zachary Pioh Dimulai di GMIM Riedel Wawalintouan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS – Pagi tadi, Minggu, 27 September 2026. Udara Tondano sedang ramah-ramahnya.
Tetapi, di dalam gedung Jemaat GMIM Riedel Wawalintouan, suasananya jauh lebih hangat dari sekadar cuaca pagi. Ada debar bahagia. Ada rasa syukur yang mengalir di setiap sudut ruangan.

Sarah Malena Andrea Dondokambey dan Zachary Oktavianus Gerson Pioh (berdiri) saat mendengarkan bacaan nikah.(Foto: intana.news)
Dua insan sedang berdiri. Sarah Malena Andrea Dondokambey dan Zachary Oktavianus Gerson Pioh.
Prosesi ibadah dan pembacaan nikah dimulai. Hari itu, lembaran hidup baru dimualai. Disaksikan Tuhan, jemaat, dan seluruh yang hadir.
Di barisan kursi keluarga, sang ayah yang juga Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, duduk tenang bersama sang istri tercinta yang menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa, Martina W. Dondokambey Lengkong.

Di sisi yang lain, kebahagiaan yang sama membuncah di wajah Edwin Pioh dan Glady Kandouw. Orang tua dari sang mempelai pria, Zachary.
Dua keluarga besar melebur dalam satu sukacita yang utuh. Restu orang tua mengantar langkah awal pasangan muda ini.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang dan Sekretaris Daerah Lynda D. Watania, Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan tampak hadir memberikan dukungan.
Para Asisten Sekdakab, Staf Ahli Bupati, Sekwan, hingga para kepala badan dan dinas hadir.
Mulai dari BPKAD, Bappelitbangda, BKPSDM, Bapenda, Dinas Koperasi UKM, PMPTSP, Tenaga Kerja, Dukcapil, Pangan, Pertanian, PUPR, PPPA, PMD, Kominfo, Sosial, sampai Kelautan dan Perikanan.

Masih ada Kasat PolPP, para Kepala Bagian dari Perekonomian, Kesra, SDA, Perkeu, Hukum, Kerjasama, hingga Prokopim, serta Camat Tondano Barat.
Dari mimbar, khadim membuka Alkitab, mengambil bacaan dari 1 Timotius 3:1-13. Pesannya tentang integritas, keteladanan hidup, dan bagaimana membangun fondasi keluarga yang kokoh di atas kasih serta kesetiaan.
Acara pun ditutup dengan senyum, jabat tangan.
Dari Tondano, di GMIM Ridel Wawalintouan meninggalkan cerita manis. Tentang cinta dua anak muda, restu tulus orang tua, dan kebersamaan yang cair dalam balutan iman. (nes)

Saat ini belum ada komentar