Hari Kesaktian Pancasila, Wabup Vanda Sarundajang: Pancasila Poros Bangsa yang Tak Tergantikan
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS MAP (tengah). (Foto: intana.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS — Pancasila adalah poros utama berbangsa dan bernegara yang tidak tergantikan oleh apa pun.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, MAP, mengatakan hal itu seusai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Minahasa, Kamis (1/10/2026).
Vanda menyatakan, peringatan 1 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang jasa tujuh pahlawan revolusi sekaligus meneguhkan kembali kedudukan Pancasila.
Sepanjang sejarah Republik, berbagai upaya merongrong dan mengganti falsafah serta ideologi negara selalu berujung pada kegagalan, yang membuktikan bahwa Pancasila tetap sakti.
”Seiring berjalannya Republik ini, banyak upaya yang merongrong bangsa dan negara kita, salah satunya untuk mengganti Pancasila yang menjadi falsafah dan ideologi negara. Tapi semuanya gagal, itu berarti bahwa Pancasila ini tetap sakti,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perdebatan mengenai ketepatan Pancasila sebagai dasar negara sudah selesai.
Tantangan utama saat ini terletak pada tataran implementasi nyata dari nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
”Sekarang, bagaimana Pancasila ini bisa kita implementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Itu yang menjadi pertanyaan kita. Apakah sila-sila dalam Pancasila dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya juga menjadi napas pergerakan kita?” tegasnya.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, MSi.
Hadir juga jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Minahasa, meliputi para asisten sekdakab, staf ahli bupati, inspektur, sekretaris dewan, para kepala badan, dinas, dan satuan kerja, direktur RSUD, para kepala bagian, camat se-Kabupaten Minahasa, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN). (nes)

Saat ini belum ada komentar