Jumat Bersih di Tondano, Pilih Sapu atau Pilih Malu?
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS — Pagi itu Lapangan Sam Ratulangi, Tondano, tampak berbeda. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkumpul. Bukan sekadar apel. Mereka bersiap kerja bakti.
Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, berdiri di depan. Tegak. Matanya menyapu barisan.

Beliau tidak ingin apel ini jadi sekadar seremoni penggugur kewajiban.
”Kebersihan itu cerminan integritas,” katanya.
Bupati langsung memberi instruksi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Beliau minta evaluasi total. Bukan cuma soal siapa yang datang. Tapi juga soal siapa yang bawa alat.
”Harus jelas. Mana OPD yang bawa alat lengkap, mana yang tangan kosong,” ujarnya, Jumat (27/3/2026)

Bagi Robby, rekapitulasi itu penting. Itulah rapor kedisiplinan. Untungnya, mayoritas instansi sudah sadar.
Mereka datang membawa peralatan sendiri. Mandiri. Itu yang bikin Bupati tersenyum tipis di tengah ketegasannya.
Tapi Robby tidak berhenti di soal sampah fisik. Beliau melangkah lebih jauh, gaya hidup.
Targetnya, plastik sekali pakai. Harus dikurangi. Kalau bisa, habiskan.
Instruksinya konkret. Bawa botol minum sendiri. Pakai tumbler. Kalau ke pasar, jangan lagi minta kantong plastik.
”Kembali ke kebiasaan lama. Bawa keranjang sendiri,” tambahnya.

Logikanya sederhana, ASN harus jadi contoh. Bagaimana mau mengajak masyarakat kalau di meja kantor masih penuh sampah plastik?
Beliau ingin ASN Minahasa jadi agent of change. Agen perubahan.
Sosialisasi jangan cuma di rapat. Gunakan media sosial masing-masing. Viralkan kebersihan, bukan sekadar tampil di kegiatan.
Kantor-kantor pun harus bersolek. Pasang poster edukasi. Tata tamannya. Biar asri. Biar masyarakat yang datang mengurus surat merasa nyaman. Bukan malah sesak napas.
Bagi Robby, urusan sampah adalah investasi. Untuk anak cucu. Kuncinya cuma satu, gotong royong.
Di barisan depan, tampak Ketua TP-PKK Martina Watok Dondokambey-Lengkong, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, dan Sekda Lynda Deisye Watania.
Mereka hadir lengkap. Menunjukkan bahwa urusan sapu-menyapu adalah urusan semua orang. Dari atas sampai bawah. Minahasa harus bersih. Titik. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar