Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » KPK Sebut Korupsi Menjerat Kepala Daerah Buka Semata-mata Karena Biaya Politik yang Selangit

KPK Sebut Korupsi Menjerat Kepala Daerah Buka Semata-mata Karena Biaya Politik yang Selangit

  • account_circle Norman Meoko
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, INTANA.NEWS – Ternyata tidak semua kasus dugaan korupsi menjerat kepala daerah hasil Pilkada 2024 terjadi karena biaya politik yang mahal.

Hasil kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, motifnya juga berkaitan dengan kepentingan pribadi seperti untuk memenuhi kebutuhan model tunjangan hari raya.

Hal itu dibeberkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta pada Sabtu (18/4/2026).

Dia menyatakan, tidak dapat dipungkiri adanya irisan kuat antara biaya politik yang harus ditanggung dengan terbukanya celah praktik korupsi.

Dalam kajian KPK didapati kerentanan yang dapat memicu terjadinya praktik korupsi.

Sebut saja soal pengadaan logistik pemilihan umum yang rawan diatur, praktik politik uang, baik pembelian suara di tingkat pemilih maupun transaksi di tingkat elite, serta penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan birokrasi dan fasilitas negara.

Ia menambahkan, kerentanan tetap muncul usai kepala daerah terpilih, seperti munculnya praktik balas budi melalui pengisian jabatan, pengaturan proyek, ataupun perizinan sebagai bentuk pengembalian biaya politik.

Menurut catatan intana.news memasuki bulan keempat tahun 2026 tercatat lima bupati dan satu wali kota terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hingga April 2026 bupati dan wali kota yang terciduk OTT KPK antara lain Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi.

Komentar Mendagri 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ikut buka suara soal maraknya kepala daerah yang terciduk OTT KPK .

Menurut dia, maraknya kepala daerah terjaring OTT KPK membuktikan adanya masalah sistemik dalam rekrutmen politik di Indonesia.

Dia mengkritik efektivitas mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung yang selama ini diagung-agungkan. Tetapi faktanya masih banyak melahirkan pemimpin yang bermasalah secara hukum.

“Jawab saya cuma satu saja, dia yang milih siapa? Rakyat, iya kan? Artinya apa? Apakah ini ada hubungannya dengan mekanisme rekrutmen Pilkada langsung? Ternyata tidak menjamin ada pemimpin yang bagus,” tutur Tito di Jakarta pada Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, korupsi kepala daerah bukan sekadar kasus per kasus (insidental) tetapi dampak dari problem mendasar yang sistematis. Salah satu faktor utama yang disoroti adalah tingginya biaya politik dalam sistem pemilihan langsung.

“Ada problem yang sistematis, ada problem mendasar. Mungkin salah satunya mekanisme rekrutmen yang selama ini digunakan. Di satu sisi ada baiknya, tapi ada juga negatifnya; biaya politik yang mahal dan tidak menjamin yang terpilih ternyata orang yang baik,” Tito menambahkan.(*)

  • Penulis: Norman Meoko

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditetapkan Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Sindir Aparat dengan Kasus Terpidana Silfester Matutina

    Ditetapkan Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Sindir Aparat dengan Kasus Terpidana Silfester Matutina

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INTANANEWS – Polisi hari ini telah menetapkan delapan tersangka kasus fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan langsung Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (7/11/2025). Ternyata dua tersangka dari delapan tersangka itu adalah Roy Suryo dan Rismon Sianipar. Apa tanggapan keduanya […]

  • Tegas! Surya Paloh Membantah Isu Penggabungan Partai Nasdem dengan Partai Gerindra

    Tegas! Surya Paloh Membantah Isu Penggabungan Partai Nasdem dengan Partai Gerindra

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 36
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra akhirnya terbantahkan. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjawab pertanyaan awak media seusai halalbihalal Forum Pemimpin Redaksi di Nasdem Tower, Jakarta pada Kamis (16/4/ 2026) langsung membantah isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Pernyataan Surya Paloh itu seperti dikutip dari lama resmi Fraksi NasDem […]

  • Operasi KRYD, Polres Minahasa Amankan Minuman Keras Oplosan dan Anak di Bawah Umur

    Operasi KRYD, Polres Minahasa Amankan Minuman Keras Oplosan dan Anak di Bawah Umur

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MINAHASA, INTANA.NEWS – Sat Res Narkoba Polres Minahasa melaksanakan Operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan fokus pada penanggulangan peredaran minuman keras (miras) ilegal dan senjata tajam (sajam). Operasi tersebut dipimpin oleh Kanit 2 Sat Res Narkoba, AIPDA Hendro Durandt, bersama anggota tim lainnya, Minggu (19/01/2025) dini hari, pukul 01.30 WITA. Salah satu sasaran operasi […]

  • Wacana Pemotongan Gaji Menteri Demi Efisiensi, Seskab Teddy Bilang Hingga Kini Belum Diputuskan

    Wacana Pemotongan Gaji Menteri Demi Efisiensi, Seskab Teddy Bilang Hingga Kini Belum Diputuskan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 50
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan wacana opsi pemotongan gaji menteri di tengah upaya efisiensi pemerintah. Namun, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (7/4/2026) menyatakan bahwa wacana opsi pemotongan gaji Menteri itu hingga kini belum diputuskan. Ditanya lebih jauh, dia tidak mau berkomentar lebih jauh. Ia […]

  • Rapat Paripurna DPRD HUT Ke-597 Minahasa: Pertumbuhan Ekonomi 5,49%, Bupati RD Ajak Lestarikan Mapalus

    Rapat Paripurna DPRD HUT Ke-597 Minahasa: Pertumbuhan Ekonomi 5,49%, Bupati RD Ajak Lestarikan Mapalus

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Anes Walean
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INTANA.NEWS – Kabupaten Minahasa merayakan Hari Jadi ke-597 dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,49%. Dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa, Rabu (5/11/2025), Bupati Robby Dondokambey (RD), memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Minahasa terus meningkat selama lima tahun terakhir dan mencapai 5,49% tahun 2024. Capaian positif ini dibarengi dengan penurunan signifikan angka kemiskinan hingga 6,53%, […]

  • Tok! Mahkamah Konstitusi Putuskan Anggota Polri Harus Mundur atau Pensiun Bila Duduki Jabatan Sipil

    Tok! Mahkamah Konstitusi Putuskan Anggota Polri Harus Mundur atau Pensiun Bila Duduki Jabatan Sipil

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Norman Meoko
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, INTANA.NEWS – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan mengabulkan gugatan nomor Perkara Nomor 114/PUU-XXIII/2025 terkait dengan penugasan anggota Polri di luar kepolisian. Putusan itu dibacakan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo pada Kamis (13/11/2025). “Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya,” demikian putusan tersebut. Suhartoyo menyatakan bahwa frasa ‘atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri’ dalam penjelasan pasal 28 ayat (3) […]

expand_less