Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sulawesi Utara Naik 34,61 Persen pada Januari 2026
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANANEWS – Sektor pariwisata Sulawesi Utara mencatatkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 7.550 orang selama Januari 2026.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menilai tren positif ini merupakan hasil penguatan aksesibilitas.
Pemerintah provinsi juga gencar melakukan promosi internasional secara efektif.
Peningkatan konektivitas udara di Bandara Sam Ratulangi mempermudah masuknya wisatawan.
Tercatat sebanyak 7.549 kunjungan masuk melalui jalur udara tersebut.
Wisatawan asal Tiongkok mendominasi pasar dengan total 3.977 kunjungan atau 52,68 persen.
Selain itu, wisatawan asal Korea Selatan menyumbang 2.990 kunjungan (39,60 persen).
Wisatawan Singapura berada di posisi berikutnya dengan 89 kunjungan (1,18 persen). Pemerintah kini mulai memperluas target pasar ke Amerika, Jerman, hingga Inggris.
Pergerakan Wisatawan Nusantara
Pertumbuhan pariwisata juga terlihat pada segmen wisatawan nusantara (wisnus).
BPS mencatat sebanyak 1.232.868 perjalanan domestik menuju Sulawesi Utara pada Januari 2026. Jumlah tersebut meningkat 15,04 persen secara tahunan.
Kota Manado tetap menjadi tujuan utama dengan 289.974 perjalanan. Namun, distribusi wisatawan kini mulai menyebar ke wilayah lain.
Kabupaten Minahasa mencatat 201.728 perjalanan dan Minahasa Utara mencapai 151.437 perjalanan.
Pemerintah daerah berkomitmen memajukan pariwisata berbasis kabupaten secara merata.
Kualitas akomodasi turut mengalami perbaikan seiring meningkatnya angka kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang kini mencapai 40,32 persen. Angka ini naik 2,78 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Wisatawan asing juga menginap lebih lama di hotel berbintang. Rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 2,40 hari.
Capaian ini menjadi modal bagi Sulawesi Utara untuk menjadi pusat ekonomi kawasan Pasifik. Pemerintah tetap mengedepankan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar