Meidy Tinangon Raih Gelar Doktor Lewat Kajian Pengelolaan Danau Tondano
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- visibility 96
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG. INTANA.NEWS – Anggota KPU Sulawesi Utara, Meidy Yafeth Tinangon, sukses meraih gelar doktor ilmu lingkungan multidisipliner.
Ia menyelesaikan pendidikan tersebut di Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang.
Meidy berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Terbuka pada Selasa lalu.
Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Moh. Khusaini, memimpin langsung jalannya persidangan tersebut.
Dalam risetnya, Meidy meneliti pengelolaan Danau Tondano sebagai materi kampanye Pilkada Minahasa 2018.
Ia menghubungkan politik elektoral dengan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Meidy berpendapat bahwa pilkada bukan sekadar arena politik biasa.
Menurutnya, pilkada adalah wadah penting untuk merencanakan kebijakan daerah.
Setiap pasangan calon wajib menyusun visi dan misi yang selaras dengan rencana pembangunan.
Hal ini kemudian menjadi substansi utama dalam materi kampanye mereka.
“Visi dan misi calon terpilih nantinya masuk ke dalam peraturan daerah,” ujar mantan Ketua KPU Minahasa tersebut.
Kebijakan itu kemudian menjadi landasan sebelum masuk ke tahap implementasi.
Penelitian Meidy membedah setiap tahapan kebijakan publik secara mendalam.
Ia mengamati mulai dari penetapan agenda hingga evaluasi pascapilkada.
Sebagai kebaruan penelitian, Meidy merumuskan desain kebijakan bernama Mapalus Ekologi.
Konsep ini menggabungkan pengelolaan ekosistem dengan filosofi Si Tou Timou Tumou Tou.
Nama resmi desain kebijakan tersebut adalah MEIDY YT2DT.
Nama ini merujuk pada kolaborasi ekologi yang menghidupkan manusia dan Danau Tondano.
Desain ini menjadi solusi komprehensif bagi pelestarian danau berbasis kearifan lokal.
Prof. Amin Setyo Leksono bertindak sebagai promotor utama dalam studi ini. Ia didampingi oleh Prof. Gatot Ciptadi dan Dr. Anthon Efani sebagai ko-promotor.
Selain itu, empat penguji ahli turut menguji keabsahan argumen dalam disertasi tersebut.
Hasil studi ini diharapkan mampu menjadi referensi bagi pemerintah daerah. Pengelolaan lingkungan kini dapat berjalan beriringan dengan dinamika politik dan budaya lokal. (nes)
- Penulis: Anes Walean
