Ajakan Saiful Mujani Lengserkan Presiden Prabowo, Gerindra Sebut Terlalu Besar Ongkos Politiknya
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman.(Foto:Dok/gerindra.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INTANA.NEWS – Pernyataan Saiful Mujani yang mempertanyakan kemungkinan konsolidasi publik untuk menekan perubahan politik, termasuk mendorong Prabowo Subianto mundur dari jabatannya ditanggapi Partai Gerindra.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menduga ada kemungkinan pernyataan Saiful Mujani yang guru besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu hanya untuk kepentingan pribadi.
“Kalau toh Saiful Mujani bernafsu untuk merebut kekuasaan maka itu merupakan hak dia. Tetapi terlalu besar ongkos politik yang harus dibayar oleh rakyat jika ada pihak yang menginginkan perebutan kekuasaan secara inkonstitusional,” kata Habiburokhman dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Senin (13/4/2026).
Dia mempertanyakan apakah kritik Saiful Mujani itu murni disebarkan untuk perbaikan atau hanya operasi politik partisan belaka.
“Kita tahu bahwa Saiful Mujani adalah elite politik kaya raya yang selama ini berseberangan dengan Presiden Prabowo termasuk pada Pilpres lalu,” tuturnya.
Sebelumnya, Saiful Mujani dalam sebuah acara bertajuk “Halalbihalal Pengamat Sebelum Ditertibkan” yang berlangsung di Beranda Utan Kayu, Jakarta Timur pada Selasa (31/3/2026) mempertanyakan kemungkinan konsolidasi publik untuk menekan perubahan politik, termasuk mendorong Prabowo mundur dari jabatannya.
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting itu bahkan menyatakan: “Bisa tidak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo.”
Dalam acara itu, Saiful Mujani menjadi salah satu pembicara bersama para pengamat dan akademikus lain yang gelisah terhadap arah pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai kepemimpinan Prabowo Subianto yang mantan Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu secara umum tidak kompeten dan tidak berwibawa.
“Prabowo tidak presidensial. Seorang presiden yang presidensial bagi saya adalah yang inklusif, menerima keragaman aspirasi, bersikap dan bertindak beyond partisan politics,” katanya.
Saiful Mujani menambahkan, berbagai kebijakan yang dijalankan Prabowo ini berpotensi membuat Indonesia makin buruk sehingga perubahan di pucuk pemerintahan harus segera dilakukan.(nor)
- Penulis: Norman Meoko
