Syukuran Pernikahan Zachary dan Sarah di Wale Ne Tou Teguhkan Identitas Kultural Minahasa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Syukuran pernikahan Zachary dan Sarah yang kental nuansa tradisi Minahasa, mulai dari busana adat hingga ritual sakral bersama orang tua. (Foto: Kevin Kerap)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, INTANA.NEWS — Nuansa tradisi Minahasa menyelimuti syukuran pernikahan Zachary Oktavianus Gerson Pioh, S.E. (putra Edwin Pioh-Glady Kandouw) dan Sarah Malena Andrea Dondokambey, S.H., M.H. (putri Bupati Minahasa Robby Dondokambey dan Ketua TP-PKK Martina W. Dondokambey-Lengkong) di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Minggu (4/10/2026).
Acara ini memadukan kehangatan keluarga dan pelestarian warisan budaya leluhur.
Kedua mempelai beserta keluarga besar tampil berwibawa dalam balutan busana adat khas Minahasa bernuansa hitam dengan sentuhan merah serta penutup kepala tradisional.
Kehadiran mereka meneguhkan kebanggaan identitas kultural yang dirawat lintas generasi.
Kekhidmatan puncak acara terlihat pada ritual memasak menggunakan periuk tanah liat di atas tungku batu dan kayu bakar yang dipandu pemangku adat.
Prosesi ini menyimbolkan ketahanan hidup, kerja keras, serta doa bagi keharmonisan rumah tangga baru.
Suasana kebersamaan kian erat saat prosesi ditandai dengan pengangkatan cawan bambu secara bersama-sama oleh kedua mempelai dan orang tua sebagai lambang ketulusan dan restu.
Acara ini membuktikan bahwa tradisi lokal tetap hidup sebagai pilar budaya yang menjaga keselarasan dan memperkuat ikatan kekerabatan di Minahasa. (nes)

Saat ini belum ada komentar