Secercah Harapan di saat Darurat, Kisah Ibu Yanti dan Kehangatan Layanan JKN di Tondano
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, INTANA.NEWS — Bagi setiap orang tua, melihat buah hati tiba-tiba terkulai lemas karena sakit adalah momen paling menegangkan.
Di tengah kepanikan membayangkan kesembuhan sang anak, bayang-bayang biaya rumah sakit sering kali menjadi beban ganda yang menghimpit dada.
Pengalaman mendesak ini baru saja dialami oleh Ibu Yanti. Ketika kesehatan putrinya, Alisya, menurun drastis dan membutuhkan penanganan medis segera, ia harus berkejaran dengan waktu.
Alisya akhirnya harus menjalani rawat inap di Klinik Lidia Tondano, Minahasa.

Ibu Yanti dan Alisya tampak tersenyum sambil memegang kartu JKN. (Foto:Dok/istimewa)
Namun, di tengah situasi kritis tersebut, Ibu Yanti menemukan titik terang yang meringankan bebannya melalui kartu Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN dari BPJS Kesehatan.
”Saat anak harus dirawat, pikiran sudah campur aduk. Tapi bersyukur sekali, proses administrasi JKN sangat dimudahkan dan semua dijamin,” ungkap Yanti dengan nada lega.
Selain kepastian penjaminan biaya, ada satu hal yang membuat Ibu Yanti merasa sangat tenang selama menjaga Alisya di Klinik Lidia Tondano.
Hal itu adalah sikap dan pelayanan dari para tenaga kesehatan yang sangat ramah.
Sejak awal kedatangan, tidak ada sekat pembeda antara pasien JKN dan pasien umum.
Para perawat dan dokter melayani dengan senyuman serta empati yang tinggi.
Selain itu, komunikasi yang jelas mengenai kondisi perkembangan kesehatan Alisya selalu disampaikan dengan cara yang menenangkan hati orang tua.
”Pelayanan tenaga kesehatan di sini sangatlah ramah. Mereka sigap dan tulus merawat Alisya. Kehangatan seperti ini yang membuat kami sebagai orang tua merasa tenang dan tidak merasa asing walau menggunakan fasilitas BPJS,” tambah Yanti.
Kisah Ibu Yanti dan Alisya di Tondano ini mencerminkan komitmen BPJS Kesehatan yang belakangan ini gencar mengampanyekan Transformasi Mutu Layanan.
Program ini menekankan pada pelayanan yang mudah, cepat, dan setara tanpa adanya diskriminasi.
Melalui fasilitas kesehatan seperti Klinik Lidia, JKN berhasil membuktikan bahwa akses kesehatan berkualitas kini kian merata hingga ke daerah.
Di saat mendesak, selembar kartu JKN dan ketulusan para tenaga kesehatan telah menjadi kombinasi terbaik untuk kesembuhan Alisya.
Kini Yanti dan buah hatinya Alisya dapat kembali tersenyum karena kesehatan telah pulih sepenuhnya. “Terima kasih JKN,” ucap Yanti penuh syukur. (nes)
- Penulis: Anes Walean
