Tiba-tiba Jokowi Melemah soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode, Pengamat Sebut Peluang Duet Menipis!
- account_circle Norman Meoko
- calendar_month 54 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo-Gibran. (Foto: Dok/Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, INTANA.NEWS – Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kini mulai melemah terkait dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.
Isyarat itu muncul ketika ditanya awak media di kediamannya di Solo pada Kamis (8/10/2026). Ia bahkan menyebut bahwa Pemilu 2029 masih jauh.
Perubahan sikap ini terjadi setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menemukan bukti ijazah SMA atau setara milik Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Padahal Jokowi dalam beberapa kali kesempatan menyatakan dukungannya agar Prabowo-Gibran kembali berpasangan pada Pilpres 2029. Sebut saja pada 30 Januari 2026 di kediamannya di Solo.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” Jokowi menegaskan.
Terkait hal itu, pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, ada dua hal yang dapat menjelaskan perubahan pernyataan Jokowi terkait dukungan terhadap duet Prabowo-Gibran untuk dua periode.
“Bisa karena dua hal. Pertama karena peluang duet Prabowo-Gibran 2 periode sangat kecil, bahkan bisa tertutup. Kedua, partai koalisional pendukung prabowo tak ada yang minat dengan Gibran sebagai cawapres Prabowo di 2029,” tuturnya pada Jumat (9/10/2026).
Hal itu secara tidak langsung memberi isyarat bahwa peluang duet Prabowo-Gibran untuk kembali berpasangan pada Pilpres 2029 semakin menipis.
Ia merujuk pada hasil survei Parameter Politik pada Juli-Agustus yang menunjukkan 70 persen responden tidak setuju dengan duet tersebut untuk dua periode.
“Peluang duet Prabowo-Gibran 2 periode kecil, bahkan menipis. Survei Parameter Politik di bulan Juli-Agustus mayoritas publik tak setuju duet ini 2 periode,” dia mengungkapkan.
Pada bagian lain, Adi Prayitno menyinggung perihal sikap partai-partai koalisi pendukung Prabowo yang dinilainya tidak berminat kembali mengusung Gibran sebagai calon wakil presiden pada 2029.
“Apalagi setelah putusan Mahkamah Konstitusi soal ijazah Gibran makin membuat partai koalisi tak mau duet ini berlanjut 2 periode,” dia menyebutkan.
Artinya, dia menambahkan, sikap partai-partai koalisi tersebut seolah menunjukkan bahwa dukungan terhadap Prabowo tidak serta-merta berarti dukungan terhadap Gibran untuk kembali mendampinginya.
“Partai koalisi ini seakan mau bilang untuk 2029; Prabowo Yes, Gibran No,” ujarnya,” ucapnya.(nor)

Saat ini belum ada komentar